Berita

Restorasi mangrove di NTB. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Peduli Ekosistem Pesisir, Telkom Lakukan Restorasi Mangrove di NTB

SENIN, 29 JUNI 2026 | 22:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Berdasarkan data Center for International Forestry Research (CIFOR) yang dikutip WALHI pada tahun 2023, Indonesia kehilangan sekitar 52.000 hektare hutan mangrove setiap tahunnya. 

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius karena mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari abrasi, habitat berbagai biota laut, sekaligus salah satu penyerap karbon paling efektif di dunia. 

Oleh karena itu, upaya restorasi ekosistem pesisir menjadi langkah strategis untuk mendukung ketahanan lingkungan serta mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.


Sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan, Telkom Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) terus menghadirkan berbagai inisiatif pelestarian lingkungan. 

Mengusung semangat Bersama Jadi Bisa, Telkom melaksanakan aksi rehabilitasi ekosistem pesisir melalui Pilar BISA Lestari, yang berfokus pada pelestarian dan pemulihan lingkungan secara berkelanjutan. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program BISA Biru, sebuah inisiatif yang berfokus pada perlindungan, rehabilitasi, dan penguatan ekosistem pesisir serta laut melalui berbagai aksi konservasi, termasuk penanaman mangrove, rehabilitasi terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat pesisir. 

Program penanaman mangrove di Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan pasca penyelenggaraan Digiland Run 2026.

Program yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di NTB ini mencakup penanaman 1.000 bibit mangrove di kawasan pesisir yang membutuhkan rehabilitasi. Untuk memastikan manfaatnya berkelanjutan, Telkom juga menyerahkan bantuan berupa rumah bibit mangrove berkapasitas hingga 5.000 bibit. 

Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam melakukan pembibitan secara mandiri, sekaligus menjamin ketersediaan bibit untuk mendukung upaya restorasi ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan, keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga memastikan generasi mendatang tetap memiliki ekosistem yang sehat untuk hidup dan berkembang. Melalui penyediaan rumah bibit dan penanaman mangrove di Nusa Tenggara Barat, Telkom ingin membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir secara berkelanjutan. 

“Melalui pilar BISA Biru, kami berupaya menghadirkan manfaat ekologis sekaligus nilai tambah ekonomi bagi masyarakat pesisir. Kami percaya, dengan semangat Bersama Jadi Bisa, setiap langkah kecil yang dilakukan bersama akan memberikan dampak besar bagi bumi," ujar Hery dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Selain berkontribusi terhadap pemulihan ekosistem pesisir, program ini juga menjadi bagian dari upaya Telkom dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan lingkungan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat jangka panjang. 

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam pelaksanaan program TJSL sehingga manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang dilakukan secara konsisten, Telkom Indonesia terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDG 14 (Ekosistem Laut), sebagai bagian dari upaya bersama untuk menciptakan Indonesia yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya