Berita

Ilustrasi tanah Papua. (Foto: artificial intelligence)

Nusantara

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

SENIN, 29 JUNI 2026 | 21:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kolaborasi lintas sektor yang melibatkan media, pemerintah, akademisi, lembaga riset, hingga organisasi masyarakat sipil dinilai menjadi langkah strategis yang mendesak.

Sinergi ini diperlukan bukan hanya untuk memperkuat resiliensi media, tetapi juga sebagai motor penggerak percepatan pembangunan Papua yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, penguatan literasi digital dan budaya verifikasi informasi juga dipandang sebagai fondasi krusial demi menciptakan ruang informasi yang sehat di Tanah Papua.

Direktur Media Seputar Papua sekaligus tokoh media Papua, Misbah Latuapo mengingatkan, pesatnya perkembangan teknologi digital, media sosial, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membawa peluang besar yang perlu dimanfaatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan lewat informasi edukatif dan konstruktif.


"Di era digital saat ini, tanggung jawab menyampaikan informasi yang benar bukan hanya berada di tangan jurnalis profesional, tetapi juga seluruh masyarakat yang aktif menggunakan media sosial. Karena itu, budaya verifikasi harus menjadi kebiasaan bersama sebelum membagikan informasi kepada publik," tegas Misbah dalam keterangan tertulisnya, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, pasokan informasi yang akurat dan berbasis data memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas sosial. Hal ini sekaligus menjadi suplemen pendukung agenda pembangunan yang tengah digenjot pemerintah di Papua, mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Ekosistem informasi yang sehat, kata dia, diyakini bakal memperkuat partisipasi publik dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan di Bumi Cenderawasih.

"Setiap informasi yang kita unggah harus memiliki manfaat sosial. Pertanyaannya sederhana, apakah informasi itu membantu menyelesaikan masalah atau justru memperkeruh keadaan? Kesadaran ini penting agar media sosial menjadi instrumen pembangunan masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut, Misbah juga menyoroti pentingnya pendekatan riset dalam produksi konten publik, termasuk dalam pembuatan film dokumenter. Sebuah karya dokumenter, kata dia, tidak boleh sekadar menampilkan fakta visual penarik simpati, melainkan harus disokong data valid, narasumber kredibel, pemahaman konteks, serta menawarkan solusi.

"Ke depan, kerja advokasi harus selalu dibangun di atas fondasi riset yang kredibel dan komunikasi publik yang bertanggung jawab," tuturnya.

Mengakhiri pernyataannya, Misbah kembali menegaskan sinergi media, peneliti, pemda, akademisi, dan masyarakat sipil sebagai modal sosial yang kuat untuk melahirkan kebijakan yang tepat sasaran.

"Perubahan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat harus dibangun melalui data valid, informasi akurat, dan kolaborasi kuat antaraktor lokal. Di sinilah pentingnya sinergi semua pihak," tutupnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya