Berita

Ilustrasi.

Hukum

Janggal! Terduga Belum Diperiksa, Kasus Keburu Ditutup

SENIN, 29 JUNI 2026 | 18:43 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada yang janggal dalam penghentian penyelidikan dugaan pencurian yang dilaporkan Bangun Paulus Tudungta. Pasalnya, penyelidikan dihentikan sebelum orang yang diduga melakukan pencurian, berinisial VL, diperiksa penyidik.

Kejanggalan itu disorot kuasa hukum Bangun Paulus Tudungta, Iskandar Halim Munthe SH MH. Menurutnya, keputusan Polres Metro Jakarta Pusat menghentikan penyelidikan terlalu dini karena sejumlah langkah mendasar justru belum dilakukan.

"Bagaimana bisa disimpulkan bukan tindak pidana kalau pihak yang diduga melakukan pencurian saja belum pernah dimintai keterangan?" kata Iskandar.


Kasus ini bermula pada 17 Februari 2026. Bangun mengaku mendapati sejumlah transaksi mencurigakan di rekening BCA miliknya. Berdasarkan mutasi rekening, dalam kurun waktu sekitar 17 menit, mulai pukul 05.23 WIB hingga 05.40 WIB, terjadi serangkaian transfer dan penarikan tunai yang menyebabkan kerugian sebesar Rp19,25 juta.

Tak tinggal diam, Bangun menelusuri lokasi ATM tempat transaksi berlangsung. Dari rekaman CCTV minimarket, kuasa hukum menyebut terlihat seseorang yang diduga VL sedang bertransaksi di mesin ATM pada waktu yang sama dengan transaksi yang tercatat di rekening korban.

Namun, laporan polisi bernomor LP/B/536/II/2026/SPKT/Polres Metro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya justru dihentikan melalui Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP2 Lid) tertanggal 20 April 2026. Alasan penyidik, peristiwa tersebut dinilai bukan merupakan tindak pidana.

Keputusan itu dipersoalkan tim kuasa hukum. Sebab, menurut mereka, penyidik belum memeriksa VL, belum meminta keterangan dari pihak Bank BCA, maupun pengelola minimarket yang menguasai rekaman CCTV.

"Bukti transaksi ada. Rekaman CCTV juga ada. Semua itu seharusnya diuji melalui pemeriksaan saksi dan pihak yang diduga terlibat, bukan justru penyelidikannya dihentikan," tegas Iskandar.

Menurut dia, penghentian penyelidikan pada tahap awal berpotensi membuat dugaan tindak pidana tidak pernah terungkap secara utuh. Karena itu, seluruh alat bukti yang sudah tersedia seharusnya didalami melalui penyelidikan dan penyidikan yang komprehensif.

Merasa keberatan, Bangun Paulus Tudungta melayangkan pengaduan kepada Kapolri, pengawas internal Polri, KPK, serta 14 instansi lainnya. Mereka meminta agar perkara tersebut dibuka kembali, dilakukan pemeriksaan terhadap VL dan seluruh saksi yang berkaitan, sekaligus mengevaluasi penyidik yang menangani perkara.

Kuasa hukum berharap permohonan itu menjadi pintu masuk untuk memperoleh kepastian hukum bagi korban sekaligus memastikan dugaan tindak pidana tersebut diperiksa secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur.

"Kami hanya meminta perkara ini diperiksa secara utuh. Jangan dihentikan sebelum semua pihak yang terkait dimintai keterangan," tutup Iskandar.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya