Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (Foto: Dok PSI)

Politik

Safari Politik Bukti Ambisi Jokowi Masih Besar

SENIN, 29 JUNI 2026 | 13:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar adat di Lampung memicu beragam tafsir politik. Prosesi tersebut dinilai bukan sekadar tradisi, melainkan juga mengandung pesan politik.

Prosesi tersebut dikaitkan dengan safari politik Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlebih karena berlangsung di Lampung yang secara elektoral dikenal sebagai basis Partai Gerindra dan menghadirkan simbol kepala kerbau yang identik dengan logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai publik tidak perlu menafsirkan rangkaian simbol tersebut secara berlebihan. 


"Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Singkat saja bahwa kita membaca masih ada ambisi yang sangat besar bagi seorang Jokowi di perpolitikan Indonesia," kata Hensa kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, berbagai simbol yang muncul dalam safari politik Jokowi akan terus memunculkan spekulasi di ruang publik. Namun, pesan yang paling mudah ditangkap adalah keinginan Jokowi untuk tetap memiliki peran dan pengaruh dalam dinamika politik nasional.

Menurut Hendri, rangkaian aktivitas politik Jokowi belakangan ini semakin menguatkan anggapan publik bahwa Ayahnda dari Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep tersebut belum benar-benar meninggalkan panggung politik nasional.

"Sehingga hanya membenarkan prediksi orang bahwa Jokowi tidak benar-benar pulang kampung," tukas Founder Lembaga Survei Kedai Kopi itu.

Sebelumnya, Jokowi menjalani prosesi adat saat menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung. Dalam prosesi tersebut, ia menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah. Momen itu kemudian memicu berbagai tafsir politik karena berlangsung di tengah safari politik bersama PSI.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya