Berita

Konferensi Pers DPR RI dengan pemerintah terkait penguatan fiskal dan moneter di Gedung DPR RI, Senin, 29 Juni 2026. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Bahlil: Krisis Industri Dipicu Harga LNG, Bukan Kelangkaan Gas

SENIN, 29 JUNI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pemerintah memangkas harga gas alam cair (LNG) untuk industri dari kisaran 20-23 Dolar AS per MMBTU menjadi 13 Dolar AS per MMBTU. 

Kebijakan itu diambil untuk menjaga keberlangsungan industri sekaligus mencegah terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat lonjakan harga gas dunia.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menerima banyak keluhan dari pelaku industri, khususnya sektor keramik, terkait tingginya harga LNG yang membebani biaya produksi.


"Atas dasar arahan Bapak Presiden untuk menjaga industri dan lapangan pekerjaan, maka kami diperintahkan untuk mencari solusi," kata Bahlil di Kompleks Parlemen, Senin, 29 Juni 2026. 

Menurutnya, harga LNG industri sebelumnya melonjak hingga 20-23 Dolar AS per MMBTU karena pasokan harus didatangkan dari Papua, Sulawesi, Kalimantan, dan wilayah lain di luar Jawa sehingga membutuhkan biaya transportasi serta regasifikasi.

Padahal, lanjut Bahlil, persoalan bukan terletak pada ketersediaan gas nasional, melainkan mahalnya harga LNG akibat penurunan produksi gas di wilayah Jawa bagian barat.

"Masalahnya bukan tidak adanya gas. Gas ada, tapi harga LNG-nya yang mahal. Jadi kita sudah memutuskan untuk LNG industri dihargai US$13 per MMBTU," ujarnya.

Selain menetapkan harga LNG sebesar 13 Dolar AS per MMBTU, pemerintah juga memastikan harga gas bumi tertentu (HGBT) tetap berada di kisaran 6,5 hingga 7 Dolar AS per MMBTU. Sementara harga gas pipa untuk industri non-HGBT di wilayah Jawa dipertahankan sebesar 9,6 Dolar AS per MMBTU.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad pun menyebut keputusan tersebut menjadi kabar baik bagi dunia usaha maupun kalangan pekerja yang sebelumnya mengkhawatirkan dampak kenaikan harga gas terhadap kelangsungan industri.

"Ini kabar gembira bagi kalangan industri maupun teman-teman dari serikat pekerja yang kemarin mengeluhkan dampak dari harga gas industri yang naik bisa kemudian menyebabkan PHK," kata Dasco.

Pemerintah berharap kebijakan penyesuaian harga LNG tersebut mampu menjaga daya saing industri nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global sekaligus mempertahankan lapangan kerja.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Polisi Pastikan Pengemudi Pikap yang Tabrak Petugas di Gerbang DPR Mabuk Alkohol

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:26

Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi Mundur Usai Berselisih dengan Presiden

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:18

Wall Street Melemah, Investor Cermati Pidato Kevin Warsh

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:14

Dony Oskaria Bongkar Penataan BUMN: 290 Selesai, 254 Jadi Target

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:03

Banjir Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Paus Leo XIV Kirim Doa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:46

Saham Eropa Melesat Cantik Dipimpin Sektor Mewah dan Perbankan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:34

Dua Sumur Baru PHSS di Struktur Semberah Lampaui Target Produksi Migas

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:19

PKM Dorong Keluarga Muba Naik Kelas, Rp25 Juta Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:07

Ichsanuddin Noorsy dan Pemikiran Ekonomi Konstitusi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:54

MBG Jadi Bantalan Ekonomi Masyarakat Bawah, Kritik jadi Evaluasi

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:46

Selengkapnya