Berita

Presiden Partai Buruh Said Iqbal (Foto YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Gelombang PHK Masih Mengintai, Ini Penjelasan Istana

SENIN, 29 JUNI 2026 | 08:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri ternyata tidak hanya disebabkan oleh persoalan harga dan pasokan gas bumi. 

Pemerintah menegaskan bahwa dunia usaha saat ini tengah menghadapi tekanan berat akibat kombinasi berbagai faktor global dan domestik, antara lain eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah, penurunan daya beli masyarakat, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing serta kecenderungan relokasi investasi ke negara lain.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah mitigasi guna menekan laju PHK di sektor industri. 


Ia menekankan bahwa tantangan yang dihadapi pelaku usaha jauh lebih rumit daripada sekadar masalah harga energi.

"Konflik Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga BBM industri dan gas non-subsidi. Kemudian daya beli masyarakat turun sehingga volume produksi perusahaan ikut menurun," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers, dikutip di Jakarta, Senin 29 Juni 2026.

"Di sisi lain, ada relokasi sebagian produksi ke negara lain dan pelemahan Rupiah yang membuat biaya produksi meningkat. Jadi memang banyak faktor yang memengaruhi kondisi industri saat ini," tambahnya. 

Selain menjelaskan akar masalah, Said Iqbal juga mengklarifikasi isu yang beredar mengenai gelombang PHK yang disebut-sebut telah menyentuh angka 55 ribu pekerja.

Menurutnya, pemerintah saat ini masih gencar melakukan verifikasi faktual di lapangan. Langkah ini penting karena tidak semua data yang mencuat ke publik merupakan kasus PHK baru.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya