Berita

Konferensi Republik: Jalan Menata Kembali Republik di di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 28 Juni 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

SENIN, 29 JUNI 2026 | 01:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Konferensi Republik tetap menggelar forum konsolidasi masyarakat sipil meski sebelumnya dibatalkan sepihak oleh pihak Kampus Universitas Indonesia (UI) Salemba, Jakarta Pusat. 

Forum tersebut berlangsung dalam format daring diikuti lebih dari 200 peserta dari ratusan organisasi masyarakat sipil, yang bertahan sepanjang acara dan hingga 150 peserta yang hadir langsung sebuah kafe di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Setelah hampir lima jam berdiskusi, forum menyepakati tiga mandat yang menjadi tumpuan langkah berikutnya: sebuah platform bersama, desain pengorganisasian, dan pembentukan pengurus perintis.


Sekretaris Jenderal Konferensi Republik, Yanuar Nugroho menjelaskan, dua hasil pertama forum. 

Platform menjadi cara menyatukan banyak pihak yang berbeda, sementara desain organisasinya berbentuk jejaring yang menghubungkan banyak aktor dari latar berbeda di bawah tujuan yang sama, bukan struktur pusat yang memiliki cabang. 

Yanuar menggambarkan kegelisahan yang serupa muncul di kalangan mahasiswa, profesional, dan anak muda, dan jejaring inilah yang hendak menghubungkan mereka. 

"Anda tidak sendirian," kata Yanuar dalam keterangannya.

Pada hasil ketiga, Yanuar menyoroti model kepemimpinan. "Ini bukan tentang siapa, tetapi tentang bagaimana," ujarnya. 

Kepemimpinan yang dimaksud bersifat institusional, dikerjakan secara kolektif, dan berpijak pada nilai. Ia menilai terlalu lama publik dibiarkan pada kepemimpinan yang pragmatis dan egosentrik, dan forum ini mengajukan alternatif.

"Tujuannya mengembalikan warga negara menjadi subjek, bukan objek," kata Yanuar.

Yanuar memastikan seluruh pembahasan berlangsung dalam semangat mencari terobosan dan gotong royong lintas generasi, sektor, dan aktor.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya