Berita

Konferensi Republik: Jalan Menata Kembali Republik di di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu 28 Juni 2026. (Foto: Istimewa)

Politik

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

SENIN, 29 JUNI 2026 | 00:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pihak Universitas Indonesia (UI) melarang secara mendadak kegiatan 'Konferensi Republik: Jalan Menata Kembali Republik' di Kampus UI, Salemba, Jakarta Pusat, Minggu 28 Juni 2026. 

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Konferensi Republik, Jaleswari Pramodhawardani memastikan pembatalan acara justru tidak menumbuhkan pesimisme. 

"Hari ini republik tanpa warga begitu terasa," kata Jaleswari dalam keterangannya.


Buntut pembatalan itu, forum konsolidasi masyarakat sipil akhirnya dialihkan penuh melalui format daring diikuti lebih dari 200 peserta dari ratusan organisasi masyarakat sipil, dan pertemuan fisik di sebuah kafe di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

Menurut Jaleswari, percakapan sengaja dibuka di ruang publik, bukan di ruang tertutup, agar gagasan-gagasan yang sebenarnya saling terhubung dapat distrukturkan bersama dan dikonkretkan menjadi aksi. 

la menekankan diskusi tidak berhenti pada upaya merangkum kesamaan, tetapi juga merawat perbedaan, dengan menebalkan hal yang penting dan menyisihkan yang kurang penting.

"Bukan cuma antusiasme, tetapi betapa kita mencintai Indonesia," kata Jaleswari.

Forum juga menampung usulan 20 nama formatur yang akan menyusun kepengurusan. Selain Sudirman Said, Jaleswari Pramodhawardhani, dan Yanuar Nugroho, tujuh belas orang mengajukan diri dan diajukan sebagai formatur, di antaranya Dandhy Laksono, Agus Sari, Rene Suhardono, Untoro Hariadi, Maria Selastiningsih, Ahmad Mujahid, Joko Susilo, dan Chandra M. Hamzah dan sebagainya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya