Berita

Mantan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: Dok RMOL)

Politik

PSI Jangan Cuma Andalkan Jokowi

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 08:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keterlibatan mantan Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, dalam mengampanyekan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sejak dini dinilai menjadi modal politik penting bagi partai tersebut dalam menghadapi Pemilu 2029.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai, langkah Jokowi menunjukkan keseriusannya untuk ikut membesarkan PSI agar mampu bersaing memperebutkan kursi di DPR pada Pemilu 2029.

"Jokowi benar-benar menunjukkan keseriusannya untuk andil mengampanyekan PSI sejak dini. Mimpi besar PSI menjadi partai yang mampu bersaing di 2029 untuk masuk ke Senayan setidaknya sudah punya bekal hari ini. Keterlibatan langsung Pak Jokowi adalah bagian modal penting bagi PSI," kata Nurul Fatta kepada RMOL, Minggu, 28 Juni 2026.


Menurutnya, kehadiran figur dengan daya tarik elektoral yang kuat menjadi salah satu syarat penting bagi partai politik untuk meningkatkan daya saing dalam kontestasi nasional.

"Salah satu cara partai agar mampu bersaing dibutuhkan vote getter yang memiliki magnet besar untuk menarik elite-elite politik yang juga punya pengaruh secara teritorial di wilayahnya masing-masing," ujarnya.

Meski demikian, Nurul Fatta mengingatkan bahwa keberadaan Jokowi saja tidak cukup untuk membawa PSI meraih hasil maksimal pada Pemilu 2029. Ia menilai partai tetap harus menyusun strategi politik yang matang.

"Sekarang tinggal bagaimana PSI menyusun strategi dan taktik bertarungnya di 2029 nanti, misal apakah PSI harus fokus berkampanye di basis pemilih Jokowi saat Pilpres 2014 atau 2019 atau di luar basis, atau fokus memperbaiki struktural secara simultan atau di daerah-daerah tertentu saja, atau apakah mau fokus menjaring kader potensial yang bisa diandalkan bertarung tahun 2029? Banyak langkah politik yang harus dilakukan PSI, dan tidak sesederhana mengandalkan Pak Jokowi," jelasnya.

Ia menegaskan, keterlibatan Jokowi merupakan modal awal yang penting bagi PSI, namun keberhasilan pada Pemilu 2029 tetap akan ditentukan oleh kemampuan partai membangun organisasi dan menjalankan strategi politik secara efektif.

"Intinya PSI sudah punya modal untuk bertarung," pungkasnya.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Jadi Tersangka Tanpa Diperiksa, Pakar: Bertentangan dengan Konstitusi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:18

BPKH Harus Diperkuat demi Jaga Keberlanjutan Keuangan Haji

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:12

Maroko dan Prancis Perkuat Kemitraan, 11 Perjanjian Baru Disepakati

Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:02

Halaqah Pra-Muktamar Bahas Arah Kepemimpinan NU di Abad Kedua

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:02

Catatan Akhir Pekan Saham MD Entertainment: Terkoreksi, tapi Magnetnya Belum Pudar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:00

Cara Nonton Final Piala Dunia 2026, Spanyol Vs Argentina

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:49

Nelayan Pulau Panggang Kesulitan BBM

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:45

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:30

Sektor Teknologi dan Energi Topang Reli Indeks Kompas100 Sepekan

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:14

Enam Titik Penginapan Siap Tampung Ribuan Peserta Muktamar NU

Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:01

Selengkapnya