Berita

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Koperasi Pondok Pesantren Mampu jadi Motor Ekonomi Masa Depan

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 07:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) dipandang memiliki prospek besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan akan terus berpihak pada penguatan dan pengembangannya di seluruh Indonesia.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan perkembangan kopontren di Indonesia saat ini sangat pesat. Per Desember 2025, terdapat sekitar 763 kopontren dengan volume usaha Rp3,5 triliun dan 156 ribu anggota. Beberapa kopontren bahkan memiliki aset lebih dari Rp1 triliun. 

"Saya meyakini di tahun-tahun mendatang aset dan volume usaha Koperasi Pesantren akan lebih besar lagi. Insyaallah Koperasi Pesantren di masa mendatang akan menjadi kekuatan ekonomi baru di negara ini,” kata Ferry dikutip Minggu, 28 Juni 2026.


Langkah transformasi koperasi juga dilakukan pemerintah melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). KDKMP ini dipastikan akan siap menjadi mitra terbaik bagi Kopontren dan juga UMKM untuk memasarkan produk-produk unggulannya.

“Prioritas utama kita adalah produk dari UMKM lokal, khususnya pesantren. Kami pastikan produk pesantren menjadi prioritas di gerai KDKMP,” tegasnya.  

Kemenkop bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga berkomitmen memastikan kopontren tetap berdaya saing. Dukungan ini terutama ditujukan bagi koperasi sekunder MPDI yang baru saja diluncurkan. Keberadaan Koperasi Sekunder MPDI ini diyakini akan berfungsi untuk menghidupi dan mengembangkan koperasi primer di bawahnya.  

"Saya mengajak seluruh pihak melalui forum ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan merumuskan langkah-langkah nyata dalam mengembangkan koperasi pesantren yang sehat, profesional, inovatif, dan berdaya saing," ucapnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya