Berita

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong (tengah) (Foto: RMOL Faisal Aristama)

Politik

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat, Tak Sama dengan 1998

SABTU, 27 JUNI 2026 | 14:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih memiliki fundamental yang kuat, sehingga tidak tepat disamakan dengan krisis ekonomi 1998.

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026 masih terjaga. Selain itu, tingkat inflasi dinilai tetap terkendali dan sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif.

"Nah kalau kita lihat, kalau kita bicara soal kondisi ekonomi kita, di triwulan pertama ini menurut data BPS ya, ini masih tumbuh bagus, inflasi kita, masih sangat terkendali,” kata Bahtra dalam acara rilis survei Puspoll bertajuk “Menuju Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 27 Juni 2026.


Atas dasar itu, ia menilai narasi yang menggiring persepsi publik seolah-olah Indonesia akan kembali mengalami krisis seperti 1998 tidak didukung oleh kondisi ekonomi saat ini.

"Persepsi publik atau seolah-olah digiring bahwa kondisi ekonomi kita akan kembali seperti 1998, situasinya, saya pikir itu sangat jauh ya, karena kan situasinya juga dan variable-variable indikatornya juga berbeda dengan yang lalu-lalu,” tegas Legislator Gerindra ini.

Menurut Bahtra, meski nilai tukar rupiah sempat melemah tembus Rp18 ribu dan tekanan ekonomi global meningkat akibat konflik geopolitik serta kenaikan harga minyak dunia, kondisi tersebut tidak otomatis menempatkan Indonesia dalam situasi krisis.

Bahtra menegaskan, pemerintah dan masyarakat perlu melihat kondisi ekonomi berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar membangun kekhawatiran.

"Kita tidak boleh menakut-nakuti masyarakat, seolah-olah bahwa situasi ekonomi di pemerintahan Pak Prabowo ini mencekam sekali, saya pikir tidak demikian, kalau kita lihat ini kan kita harus berpantokannya by data, by fakta, jadi itu tidak seperti itulah," tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya