Berita

Bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi. (Foto: Istimewa)

Publika

Jokowi Sulit Kerek PSI

SABTU, 27 JUNI 2026 | 04:00 WIB

SUDAH tidak sabar menunggu tahun 2029, di mana hasil Pemilu menempatkan PSI, yang digerek elektabilitasnya oleh bekas Presiden Joko Widodo alias Jokowi sejak tahun 2025. 

Apakah benar akan jadi partai pemenang membenamkan PDIP? Ataukah partai menengah mengungguli Demokrat? Atau malah hanya seperti dua Pemilu terdahulu, jadi partai non-DPR saja?

Pada Jumat 26 Juni 2026, Jokowi resmi memulai safari (blusukan) politiknya ke seluruh Indonesia. 


Bukan NTT atau Jawa Barat, ternyata Lampung yang jadi pilihan blusukan perdana Jokowi, untuk berkeliling se-Indonesia. 

Lampung memang identik dengan Gajah, dan Jokowi mengenakan kemeja PSI ke Lampung.

Bertemu kader PSI, para relawan, menerima anugerah adat, mengunjungi pesantren, itulah di antara kegiatan Jokowi di Lampung. 

Jokowi mengatakan sebelum naik pesawat ke Lampung, bahwa ia akan memberi motivasi kepada kader PSI agar sesegera mungkin memenuhi struktur partai pada tingkat paling bawah, agar mesin politik PSI bisa berjalan dengan baik, efektif, dan kuat.

Terlihat sekali bahwa sebetulnya tak ada hal yang baru yang akan disampaikan Jokowi saat safari (blusukan) politik ke daerah-daerah itu. 

Ilmu yang biasa dipakai semua partai juga. Jokowi baru mulai, sementara partai lain sudah enam kali Pemilu memakainya sejak Reformasi. 

Mau menang Pemilu struktur harus lengkap sampai ke bawah, itu ilmu kuno, yang mustahil terwujud mudah. Bahkan, partai pemenang seperti PDIP sekalipun.

Kalau hanya itu yang akan disampaikan Jokowi safari (blusukan) politik, maka bisa dipastikan itu akan sulit. 

Jokowi baru mulai, partai lain telah jauh hari. Termasuk, ilmu merekrut kader-kader partai lain yang potensial, gabung dengan PSI. 

Modalnya tak akan sedikit, ibarat pepatah, di mana ada gula di situ ada semut. Tak sabar menunggu Pemilu 2029, melihat hasil kerja Jokowi ini.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya