Berita

Ilsutrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Naiknya Angka Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Berjalan

SABTU, 27 JUNI 2026 | 00:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri pada pertengahan tahun 2026 melonjak signifikan ke angka 82,4 persen. Berdasarkan rilis survei nasional, pencapaian tertinggi dari lembaga penegak hukum ini didorong oleh perbaikan performa personel di lapangan, reformasi internal, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Sebelumnya, pada 2025, angka kepercayaan publik terhadap Polri ada di angka 76,2 persen. 

Terkait itu, Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama  mengatakan naiknya angka kepercayaan publik merupakan bukti nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat terhadap wajah baru dan perubahan kultural aparat penegak hukum saat ini.


Ia menilai kepercayaan publik ini penting untuk meningkatkan kinerja aparatur dan personel Polri di tengah tantangan yang datang dari berbagai faktor. 

"Harus diapresiasi kinerja institusi ini. Dan ini menandakan desakan reformasi Polri selama ini berjalan dengan baik," ujar Sandri dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 26 Juni 2026. 

Ia mengatakan angka kepuasan masyarakat menandakan wajah baru Polri yang lebih profesional sebagai hasil dari kerja keras dan dedikasi seluruh personel kepolisian.

"Ini wajah baru polisi kita, penegakan hukum yang tidak lagi kaku, pendekatan yang persuasif, adanya alternatif dan solutif dari berbagai persoalan di masyarakat dan benar-benar mengayomi. Polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih cepat tanggap aduan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan perubahan kultur yang terjadi saat ini membuat masyarakat merasa nyaman dengan kehadiran polisi di lapangan.

"Mulai dari tingkat Mabes hingga para bhabinkamtibmas yang menjadi ujung tombak di pelosok negeri. Mereka hadir saat masyarakat membutuhkan, dan publik melihat serta merasakan kerja nyata tersebut,” pungkasnya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya