Berita

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wahid. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Komisi VIII DPR:

Usut Tuntas Kasus Penyekapan Perempuan di Bandung

SELASA, 23 JUNI 2026 | 13:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi VIII DPR berencana menemui perempuan bernama Yuvita Tri Rezeki (29) yang diduga menjadi korban penyekapan dan penyiksaan selama tiga tahun di Bandung. Dalam kunjungan tersebut, Komisi VIII akan mengajak Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

"Ini harus kita usut tuntas," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wahid kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Wahid, kunjungan lapangan akan dilakukan usai agenda kerja Komisi VIII pada pekan ini rampung. Selain melihat langsung kondisi korban, sidak juga ditujukan untuk memastikan penanganan kasus berjalan optimal.


"Ini kami akan sempatkan waktu nanti untuk ke lokasi di Bandung. Minggu depannya lagi kita akan lakukan ke sana," kata Wahid.

Ia menegaskan, Komisi VIII tidak hanya akan menggelar rapat dengan Kementerian PPPA, tetapi memilih turun langsung ke lapangan terlebih dahulu.

"Kami tidak hanya rapat, tapi kami akan ajak sidak ke sana ke lokasi. Setelah itu baru kita rapat," kata Wahid.

Wahid mengaku prihatin dengan maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk dugaan penyiksaan yang dialami Yuvita. Menurutnya, kasus tersebut menunjukkan perlindungan terhadap perempuan sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan.

"Ini memang sudah alarm yang harus kita segera matikan. Artinya peran Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak harus melakukan kegiatan sosialisasi ke bawah dan bekerja sama dengan aparat," kata Wahid.

Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya korban lain.

"Ini kemungkinan juga ada tempat-tempat lain seperti itu yang kita khawatirkan. Jadi ini yang kami sangat prihatin sekali," pungkas Wahid.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya