Berita

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Kampung Yepem Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu, 21 Juni 2026. (Foto: Dok. Biro Setwapres)

Politik

Pemerintah Perkuat Hilirisasi Komoditas Unggulan di Papua

SELASA, 23 JUNI 2026 | 08:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah terus memperkuat program hilirisasi di Tanah Papua untuk memperluas nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru bagi masyarakat Bumi Cenderawasih agar tidak lagi sekadar menjadi penonton dan penghasil bahan mentah.

Dalam rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Papua Barat pada Minggu, 21 Juni 2026, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Salah satu fokus utamanya adalah pengembangan industri komoditas unggulan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan, pemanfaatan Dana Otsus kini semakin tepat sasaran, terutama dalam mendorong pertumbuhan sektor produktif yang dikelola langsung oleh masyarakat.


"Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik. Tetapi yang paling penting bukan hanya pembangunan fisik, melainkan bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di kampung-kampung," ujar Ribka Haluk dikutip pada Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut Ribka, indikator keberhasilan program ini harus diukur dari peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja baru, serta hidupnya aktivitas ekonomi lokal.

Ia menekankan bahwa hilirisasi adalah kunci agar kekayaan alam Papua tidak buru-buru dibawa keluar dalam bentuk mentah, melainkan diolah di dalam daerah untuk kesejahteraan Orang Asli Papua (OAP).

Sementara itu, Penanggung Jawab Sekolah Lapang Sagu Keuskupan Agats, Anton, menilai bahwa hilirisasi di tingkat akar rumput akan jauh lebih efektif jika menggunakan pendekatan berbasis komunitas dan budaya lokal.

"Yang di sini lebih ke memperkuat aspek lokal. Jadi, kalau yang di Meranti itu teknologi industri sagu untuk skala besar. Di sini skala lokal, lebih banyak pendekatan budaya, sekaligus mengembangkan hilirisasinya," jelas Anton.

Model adaptif ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan sosial dan budaya masyarakat setempat, sembari perlahan membangun rantai nilai ekonomi yang lebih panjang lewat produk turunan.

Dukungan penuh terhadap akselerasi hilirisasi ini juga datang dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran memastikan pemerintah pusat terus menggenjot program pengembangan komoditas perkebunan rakyat yang tersambung langsung dengan industri pengolahan.

Tak main-main, anggaran besar pun digelontorkan untuk memastikan program ini berjalan lancar di seluruh wilayah Papua.

"Tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun. Totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden dan beliau mengatakan bantuan ini dilanjutkan," ungkap Amran.

Seluruh kabupaten di Papua dipastikan terlibat dalam program strategis ini. Pemerintah telah menyiapkan cakupan lahan hingga ratusan ribu hektare guna mendukung transformasi Papua dari produsen bahan mentah menjadi wilayah penghasil produk bernilai tambah tinggi.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya