Berita

Forum diskusi “Pentahelix Lunch” yang digelar RMOL TV di Hotel Bumi Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis 18 Juni 2026. (Foto: RMOL)

Politik

Pentahelix Lunch: Rupiah Melemah Hingga Tantangan Investasi di Indonesia

SENIN, 22 JUNI 2026 | 18:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pelemahan nilai tukar Rupiah, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga tantangan investasi menjadi sorotan dalam forum diskusi “Pentahelix Lunch” yang digelar RMOL TV di Hotel Bumi Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, pada  Kamis 18 Juni 2026.

Forum yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, legislatif, dan media ini menghadirkan Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Nining Yuliastiani, akademisi Prof. Cecep Darmawan, pengusaha factory outlet Perry Tristianto, serta Redaktur Khusus RMOL, Saeful Zaman sebagai penggagas diskusi.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu yang berhalangan hadir menyampaikan pandangannya melalui tayangan video.


Dalam sambutannya, Todotua menegaskan bahwa keberhasilan ekonomi tidak semata diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peluang usaha, dan peningkatan kesejahteraan.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen, dengan realisasi investasi sebesar Rp98 triliun yang mampu menyerap sekitar 76 ribu tenaga kerja," kata Todotua.

Menurutnya, kolaborasi seluruh unsur pentahelix menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Kepala Disperindag Jawa Barat Nining Yuliastiani mengakui pelemahan Rupiah dan gejolak ekonomi global memberikan tekanan terhadap harga pangan dan energi di dalam negeri. 

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari penguatan kemitraan industri, pengendalian harga, perluasan akses pasar, hingga mendorong penggunaan bahan baku dalam negeri.

“Di balik setiap kesulitan selalu ada peluang. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memperkuat produk-produk lokal,” ujarnya.

Sementara Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menilai persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat saat ini harus dijawab dengan kebijakan yang benar-benar berdampak langsung.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya ingin melihat program pemerintah berjalan, tetapi juga ingin merasakan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang dilihat masyarakat bukan sekadar programnya ada atau tidak. Pertanyaannya, apakah hidup mereka menjadi lebih baik atau justru semakin berat,” kata Asep.

Ia juga menekankan pentingnya budaya otokritik dan keteladanan para pemimpin dalam membangun kepercayaan publik.

“Kalau menjadi pelayan publik, harus siap berkorban dan memberikan contoh yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ditambahkan, Prof. Cecep Darmawan , dia menyoroti pentingnya keberpihakan kebijakan kepada masyarakat menengah ke bawah yang paling terdampak oleh tekanan ekonomi.

Ia mengingatkan agar hasil pembangunan tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

“Jangan sampai kue nasional itu hanya dinikmati oleh segelintir orang. Persoalan ketimpangan inilah yang harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya