Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

PHK Masih Tinggi di Awal 2026, Gejolak Global Jadi Ancaman Baru

SENIN, 22 JUNI 2026 | 14:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketidakpastian ekonomi global masih membayangi pasar tenaga kerja Indonesia. Meski tren pemutusan hubungan kerja (PHK) mulai menunjukkan penurunan pada Mei 2026, jumlah pekerja yang kehilangan pekerjaan sepanjang lima bulan pertama tahun ini masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data Satu Data Ketenagakerjaan, sebanyak 23.470 pekerja tercatat mengalami PHK sepanjang Januari hingga Mei 2026 dan telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

"Pada periode Januari sampai Mei 2026 terdapat 23.470 orang tenaga kerja ter-PHK yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP," demikian data yang dikutip redaksi dari Satu Data Ketenagakerjaan, Senin 22 Juni 2026.


Secara bulanan, jumlah PHK sempat mencapai 5.730 pekerja pada Januari dan meningkat menjadi 7.443 pekerja pada Februari. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 5.729 pekerja pada Maret, kembali turun menjadi 3.739 pekerja pada April, dan merosot tajam menjadi 829 pekerja pada Mei 2026.

Dari sisi wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi, yakni mencapai 5.044 pekerja. Posisi berikutnya ditempati Banten dengan 2.596 pekerja terdampak, disusul Jawa Timur sebanyak 2.332 pekerja.

Selain itu, Kalimantan Timur mencatat 1.841 pekerja terkena PHK, DKI Jakarta sebanyak 1.746 pekerja, Jawa Tengah 1.515 pekerja, Sumatera Selatan 920 pekerja, serta Sumatera Utara 906 pekerja.

Presiden KSPI Said Iqbal menilai ancaman PHK ke depan masih cukup besar, terutama akibat tekanan geopolitik global yang memengaruhi aktivitas industri dan investasi.

Menurutnya, konflik di kawasan Timur Tengah serta meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menciptakan ketidakpastian terhadap harga energi dan stabilitas rantai pasok dunia.

Di saat yang sama, persaingan menarik investasi industri kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara juga semakin ketat. Vietnam dinilai berhasil menjadi tujuan baru bagi sejumlah produsen otomotif global untuk mengembangkan kendaraan listrik, sehingga berpotensi mengurangi aliran investasi ke Indonesia.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa tantangan ketenagakerjaan Indonesia tidak hanya berasal dari kondisi domestik, tetapi juga dipengaruhi perubahan peta industri global. 

Pemerintah, pelaku usaha, dan serikat pekerja dinilai perlu memperkuat langkah antisipasi agar Indonesia tidak kehilangan basis produksi manufaktur sekaligus mampu menjaga keberlanjutan lapangan kerja di tengah transisi menuju industri kendaraan listrik.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya