Berita

Kegiatan edukasi keuangan bagi anggota PERTUNI Kota Bandung. (Foto: Dok. bank bjb)

Bisnis

Lewat Program DIA KITA, bank bjb Perkuat Inklusi Keuangan Penyandang Disabilitas

SENIN, 22 JUNI 2026 | 11:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

bank bjb mempertegas komitmennya dalam menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dengan memperluas akses literasi bagi penyandang disabilitas melalui Program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta).

Program yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat ini menyasar anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kota Bandung sebagai penerima manfaat edukasi keuangan.

Dalam pelaksanaannya, bank bjb berkolaborasi dengan OJK Jabar dan menggandeng Certified Financial Planner sekaligus Duta Literasi Keuangan OJK Jabar, Farizy Yunaz.


"Kegiatan yang berlokasi di SLB Negeri A Bandung ini menjadi langkah nyata bank bjb dalam mendobrak hambatan yang selama ini dihadapi kelompok disabilitas dalam mengakses layanan keuangan formal," kata Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi dalam keterangan tertulisnya, Senin, 22 Juni 2026.

Melalui program ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan keuangan sehat, perencanaan masa depan, pentingnya menabung, hingga pengenalan produk keuangan yang aman dan legal.

Manajemen bank bjb menegaskan, literasi keuangan merupakan fondasi krusial untuk mendongkrak kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Sebagai bank pembangunan daerah yang tumbuh bersama masyarakat, bank bjb berkomitmen memastikan layanan dan edukasi keuangan dapat diakses oleh seluruh kelompok tanpa terkecuali, demi mewujudkan prinsip kesetaraan.

Sinergi intim antara bank bjb dan OJK ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara industri jasa keuangan dan regulator dalam mendukung agenda nasional peningkatan literasi serta inklusi keuangan.

Selain memberikan edukasi, dalam kesempatan tersebut bank bjb turut memperkenalkan berbagai layanan dan produk perbankan yang dapat dimanfaatkan untuk aktivitas ekonomi sehari-hari.

Para peserta juga diingatkan untuk selalu menggunakan layanan keuangan yang legal dan memahami berbagai risiko digital yang perlu diwaspadai dalam aktivitas keuangan modern saat ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya