Berita

Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya. (Foto: Istimewa)

Politik

Demokrasi Kampus dan Pentingnya Menjaga Ruang Dialog

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembubaran diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang menghadirkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih dinilai seharusnya menjadi momentum refleksi mengenai arah dan karakter gerakan mahasiswa di Indonesia.

Guru Besar Ilmu Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Prof. Andy Fefta Wijaya, menilai peristiwa tersebut tidak hanya memunculkan polemik terkait kebebasan akademik, tetapi juga perlu menyadarkan kembali sivitas akademika mengenai peran ideal kaum intelektual.

"Legitimasi moral mahasiswa tidak hanya lahir dari keberanian mengkritik kekuasaan, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan gagasan alternatif dan menjaga kualitas ruang demokrasi," ujar Andy dalam keterangan tertulisnya, Kamis 18 Juni 2026.


Menurutnya, diskusi yang menghadirkan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, tidak semestinya direspons dengan pembubaran.

Andy menegaskan bahwa legitimasi moral gerakan mahasiswa selama ini tidak hanya dibangun dari keberanian menyuarakan kritik terhadap pemerintah, tetapi juga dari kapasitas intelektual untuk menawarkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Mahasiswa dihormati karena daya kritisnya, bukan karena kemampuannya menghentikan percakapan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sejarah menunjukkan gerakan mahasiswa memperoleh tempat terhormat ketika mampu mengartikulasikan aspirasi masyarakat melalui argumentasi yang kuat dan rekomendasi yang dapat menjawab persoalan kebangsaan.

“Sejarah mencatat bahwa gerakan mahasiswa memperoleh pengaruh besar ketika mampu mengubah kemarahan menjadi argumentasi, mengubah kekecewaan menjadi rekomendasi, dan mengubah protes menjadi solusi,” katanya.

Di tengah polarisasi politik dan derasnya arus informasi, Andy menilai Indonesia justru membutuhkan lebih banyak ruang dialog, bukan semakin banyak sekat.

Pandangan tersebut dinilai relevan dengan situasi pasca pembubaran diskusi di UGM. Menurutnya, penghentian sebuah forum ilmiah berpotensi menghilangkan kesempatan untuk menguji gagasan secara terbuka dan mempertemukan berbagai perspektif yang berbeda.

Karena itu, Andy mengingatkan pentingnya menjaga tradisi dialog di lingkungan kampus sebagai tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Hilangnya budaya diskusi, kata dia, tidak hanya berdampak pada kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga dapat memengaruhi masa depan demokrasi Indonesia.

“Jika ruang dialog di kampus pun tidak lagi mampu kita jaga bersama, maka sesungguhnya yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar sebuah forum diskusi, melainkan masa depan budaya demokrasi itu sendiri,” tandasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya