Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa

STOXX 600 Sentuh Rekor, Sektor Perbankan Bersinar

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 07:16 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa kembali ditutup menguat pada akhir perdagangan Rabu 17 Juni 2026 waktu setempat,  memperpanjang reli untuk sesi kelima berturut-turut dan mendorong indeks utama ke level tertinggi baru. 

Sentimen positif didukung oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga energi melemah di tengah optimisme atas kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.

Indeks STOXX Europe 600 naik 0,5 persen menjadi 639, sementara Euro STOXX 50 menguat 0,6 persen ke level rekor 6.297. Turunnya imbal hasil obligasi pemerintah Eropa turut memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak perlu menaikkan suku bunga lagi tahun ini.


Sektor perbankan menjadi motor utama penguatan pasar seiring membaiknya prospek penyaluran kredit dan berkurangnya tekanan inflasi. Saham Santander, UniCredit, dan Deutsche Bank masing-masing naik sekitar 2,5 persen. 

Di Jerman, indeks DAX 40 ditutup sedikit lebih tinggi di 24.932, mencatat kenaikan harian kelima beruntun, dengan Commerzbank dan Deutsche Bank memimpin penguatan.

Meski demikian, pergerakan bursa tidak sepenuhnya seragam. Indeks CAC 40 Prancis turun 0,2 persen ke 8.431 setelah investor melakukan aksi ambil untung pasca reli beberapa hari terakhir. Saham-saham barang mewah seperti LVMH dan Hermès menjadi penekan utama, sementara sektor keuangan masih mencatat kenaikan berkat penurunan imbal hasil obligasi.

Di Inggris, FTSE 100 bergerak tipis menguat setelah data menunjukkan inflasi Mei bertahan stabil, sehingga mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of England. Saham perbankan dan kesehatan menopang indeks, sedangkan saham energi tertekan akibat melemahnya harga minyak.

Di tengah sentimen positif tersebut, investor juga mulai bersikap lebih hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Meskipun bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga, pasar menantikan petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan ke depan.

Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah BMW yang anjlok lebih dari 6 persen setelah produsen otomotif Jerman itu memangkas proyeksi kinerjanya. Perusahaan menyoroti melemahnya pasar Tiongkok serta dampak ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah terhadap prospek bisnisnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya