Berita

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Sugiat Gerindra Pasang Badan Bela MBG yang Terindikasi Melanggar HAM

RABU, 17 JUNI 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indikasi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagaimana temuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diragukan.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso menilai temuan Komnas HAM itu bertolak belakang dengan substansi MBG sebagai program pemenuhan hak-hak dasar masyarakat.

"Pernyataan Komnas HAM bahwa telah terjadi pelanggaran HAM dalam pelaksanaan program MBG adalah pernyataan kontradiktif apabila dilihat dari perspektif hak asasi manusia," kata Sugiat dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.


Politisi Gerindra ini menilai, program MBG adalah wujud konkret pemenuhan hak asasi manusia mencakup hak atas pangan yang layak, hak bebas dari kelaparan, hak atas kebutuhan dasar, serta hak tumbuh dan berkembang secara optimal.

MBG juga menjadi instrumen penting negara untuk menekan angka stunting dan malnutrisi yang masih menjadi tantangan besar bagi masa depan generasi Indonesia.

"Dalam perspektif HAM, program MBG merupakan domain hak ekonomi dan sosial yang dikualifikasi sebagai bentuk positive rights, yaitu pemenuhannya memerlukan peran proaktif negara," ujarnya.

Ia menegaskan, pemenuhan hak atas pangan dan hak bebas dari kelaparan tidak mungkin terlaksana secara optimal tanpa campur tangan negara. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika pelaksanaan MBG langsung disimpulkan sebagai bentuk pelanggaran HAM.

"Program MBG justru memuat misi pemenuhan HAM, sehingga tidak tepat disimpulkan sebagai pelanggaran HAM," tegasnya.

Sugiat mengamini program MBG belum sempurna. Masih ada persoalan tata kelola maupun penyimpangan di lapangan. Namun hal ini tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM.

"Komnas HAM sudah tepat menyampaikan perlunya evaluasi menyeluruh program MBG, tetapi keliru ketika menyimpulkan terjadi pelanggaran HAM dalam program MBG," tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya