Berita

Diskusi kebangsaan di Auditorium Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DI Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Publika

Jangan Biarkan Budiman Sudjatmiko Cs Dipersekusi

RABU, 17 JUNI 2026 | 05:28 WIB

SEKELOMPOK orang yang dikatakan mahasiswa di UGM, yang ingin memperkusi tiga orang pejabat negara, yakni Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN, Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian, dan Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, harus diminta pertanggungjawabannya. 

Aksi mereka jangan dibiarkan begitu saja.

Aparat penegak hukum harus turun tangan melihat peristiwa itu. Peristiwa itu adalah tindakan yang sangat mengerikan dan mengancam demokrasi kita. 


Apa pun alasannya tindakan main hakim sendiri tak bisa dibenarkan di alam demokrasi ini. Apalagi terjadi di dalam kampus. 

Dari video yang beredar, mestinya aparat penegak hukum bisa segera menegakan hukum.

Apalagi tiga pejabat negara itu, yakni Nusron Wahid, Sudaryono, dan Budiman Sudjatmiko, datang ke UGM dengan niat baik, yakni ingin berdiskusi dengan para mahasiswa. 

Semua prosedur sudah dipenuhi. Dan memang, acara itu, yang biasanya terlihat di Channel YouTube Total Politik, sudah berjalan dengan baik.

Hanya saja, di tengah suasana yang dialogis itu, tiba-tiba saja sekelompok orang yang dikatakan mahasiswa itu hendak memaksakan kehendaknya dan seperti hendak memperkusi secara fisik tiga pejabat negara itu. 

Kalau persekusi secara kata-kata sudah terjadi, seperti terlihat dalam video yang beredar.

Seperti acara diskusi itu, sekelompok orang yang dikatakan mahasiswa itu, bukan mustahil ada pihak yang menggerakkannya. 

Kalau mereka benar-benar mahasiswa, apakah ada pihak lain yang di belakangnya? Kalau bukan mahasiswa, ini persoalan serius lagi. 

Makanya, aparat penegak hukum harus segera turun tangan.

Demokrasi tanpa anarki, demokrasi tanpa persekusi, demokrasi tanpa pemaksaan kehendak. 

Tidak saja oleh aparat negara, tapi juga oleh sekelompok masyarakat itu sendiri. 

Jangan biarkan benalu tumbuh di pokok batang demokrasi kita.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya