Berita

BEM Bersatu saat menyampaikan keterangan pers di Jakarta (Foto:Istimewa)

Politik

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

RABU, 17 JUNI 2026 | 00:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu membeberkan dugaan adanya aktor politik praktis yang menunggangi aksi penolakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh sekelompok mahasiswa belakangan ini. Pimpinan aksi tersebut, Tiyo Ardianto, diindikasikan memiliki kedekatan dengan jaringan politisi PDI Perjuangan dan eks tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengungkapkan bahwa indikasi kuat infiltrasi politik tersebut terlihat dari aliran fasilitas dan kehadiran sejumlah tokoh politik di lapangan.

"Kami melihat indikasi kuat keterlibatan aktor politik praktis dalam gerakan ini. Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu," ungkap Rahmat dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 16 Juni 2026. 


Rahmat merinci, Tiyo kedapatan menggunakan fasilitas mewah berupa mobil Fortuner yang diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni. Siti Nuraeni diketahui merupakan adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, yang tak lain adalah besan dari Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa—salah satu tokoh kunci tim pemenangan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 lalu.

"Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," tambah Rahmat.

Selain itu, BEM Bersatu juga menyoroti jejak kedekatan Tiyo Ardianto dengan sang purnawirawan jenderal dalam sebuah acara di Bandung. 

Tiyo dan Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso diketahui menghadiri forum Dialog Nasional Kebangsaan yang sama, bersama sejumlah tokoh oposisi lainnya seperti Said Didu, Roy Suryo, Refly Harun, dan dr. Tifa. Kehadiran aktor-aktor tersebut dinilai menunjukkan adanya jejaring terorganisir di balik layar.

Melihat fakta-fakta tersebut, Rahmat sangat menyayangkan arah gerakan mahasiswa yang dipimpin oleh Tiyo. Menurutnya, perhatian mahasiswa seharusnya difokuskan pada isu-isu yang menjadi urgensi utama masyarakat, bukan menolak Program MBG yang memiliki dampak langsung terhadap perbaikan gizi dan kesejahteraan rakyat.

"Kami mempertanyakan prioritas isu yang diangkat. Sementara itu, Program MBG yang berdampak langsung pada gizi dan kesejahteraan masyarakat justru menjadi sasaran penolakan, meski perbaikan tata kelola tetap diperlukan," tuturnya.



Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya