Berita

Ilustrasi mata uang Rupiah. (Foto: artificial intelligence)

Bisnis

AS Siapkan Tarif Baru, Rupiah Ditutup Melemah

SELASA, 16 JUNI 2026 | 17:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.725 per Dolar AS pada perdagangan Selasa, 16 Juni 2026. Rupiah terkoreksi 16 poin atau 0,09 persen dibanding penutupan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap rencana Amerika Serikat (AS) memberlakukan tarif impor tambahan terhadap sejumlah produk asal Indonesia.

"Perang dagang kembali bergemuruh. Rencana Amerika Serikat mengenakan tarif impor baru terhadap sejumlah produk Indonesia berpotensi menekan kinerja ekspor manufaktur nasional," ujar Ibrahim.


Menurut Ibrahim, kebijakan tersebut dapat mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar AS. Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor ekspor, tetapi juga berpotensi memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di industri manufaktur.

Ia menjelaskan, kekhawatiran pasar muncul seiring rencana penerapan tarif tambahan berdasarkan Pasal 301 Trade Act 1974 yang akan diberlakukan secara bertahap mulai 24 Juli 2026.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) telah menetapkan forced labor tariff sebesar 10 persen terhadap Indonesia dan lima negara lainnya.

"Pemerintah memperkirakan tarif untuk produk Indonesia bisa meningkat hingga 18 persen setelah investigasi terkait kapasitas berlebih (excess capacity) selesai dilakukan," jelasnya.

Saat ini, ekspor Indonesia ke AS masih dikenakan tarif global 10 persen berdasarkan Pasal 122 Trade Act AS yang berlaku sejak Februari 2026. Di tengah ancaman kenaikan tarif tersebut, pemerintah terus berupaya mengamankan sejumlah produk ekspor unggulan nasional.

Bagi Indonesia, AS merupakan tujuan ekspor nonmigas terbesar kedua setelah China. Pada Januari-Juni 2025, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Negeri Paman Sam mencapai 14,79 miliar Dolar AS atau sekitar 11,52 persen dari total ekspor nonmigas nasional.

Ekspor tersebut didominasi produk manufaktur seperti mesin dan peralatan listrik, alas kaki, pakaian jadi, serta berbagai produk aksesori.

Untuk perdagangan Rabu, 17 Juni 2026, Ibrahim memperkirakan Rupiah masih bergerak fluktuatif, namun berpeluang ditutup menguat.

"Rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.690 hingga Rp17.728 per Dolar AS," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya