Representative Image (Foto: AI)
Representative Image (Foto: AI)
Langkah tersebut dinilai sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional sekaligus berpotensi mengganggu konsensus global mengenai status Yerusalem yang hingga kini masih menjadi wilayah sengketa.
Melalui pernyataan yang diunggah di akun X resminya dan dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026, Sekretariat Jenderal OKI menegaskan bahwa pembukaan kedutaan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum dan merupakan pelanggaran serius terhadap ketentuan internasional yang berlaku.
Populer
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27
Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00
Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25
Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18
Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21
Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19
UPDATE
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:26
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:15
Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:14
Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:37
Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:34
Minggu, 16 Agustus 2026 | 09:28
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:31
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:21
Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:12
Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:30