Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

OKI Kutuk Pembukaan Kedubes Somaliland di Yerusalem

SELASA, 16 JUNI 2026 | 16:24 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) melontarkan kecaman keras terhadap pembukaan kedutaan Somaliland di Yerusalem yang diduduki. 

Langkah tersebut dinilai sebagai tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional sekaligus berpotensi mengganggu konsensus global mengenai status Yerusalem yang hingga kini masih menjadi wilayah sengketa.

Melalui pernyataan yang diunggah di akun X resminya dan dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026, Sekretariat Jenderal OKI menegaskan bahwa pembukaan kedutaan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum dan merupakan pelanggaran serius terhadap ketentuan internasional yang berlaku.


"Sekretariat Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam mengutuk keras pembukaan kedutaan oleh apa yang disebut 'Somaliland' di Yerusalem yang diduduki, menegaskan bahwa tindakan ini ilegal dan merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan resolusi-resolusi terkaitnya," demikian pernyataan OKI.

OKI menegaskan kembali pendiriannya bahwa Israel sebagai kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki. 

Karena itu, setiap langkah yang dimaksudkan untuk mengubah status politik, hukum, maupun demografis kota tersebut tidak dapat dibenarkan dan tidak memiliki kekuatan hukum di mata komunitas internasional.

"Israel, sebagai Kekuatan Pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem yang diduduki, dan bahwa semua keputusan dan tindakan yang bertujuan untuk mengubah status politik, hukum, atau demografisnya adalah batal demi hukum menurut hukum internasional," lanjut pernyataan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, OKI juga menyampaikan solidaritas penuh kepada Pemerintah Federal Somalia. 

Organisasi yang menaungi negara-negara Muslim itu menegaskan dukungan yang tidak tergoyahkan terhadap kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah Somalia di tengah munculnya polemik terkait pembukaan kedutaan tersebut.

"Sekretariat Jenderal menegaskan kembali solidaritas penuhnya dengan Republik Federal Somalia dan dukungan teguhnya terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayahnya, menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap langkah ilegal ini dan untuk melawannya," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya