Berita

Unggahan pernyataan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir (Akun X @itamarbengvir)

Dunia

Israel Masih Tak Terima Rencana Damai Iran-AS

SELASA, 16 JUNI 2026 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir secara terbuka menyatakan ketidaksepahaman terhadap kesepakatan damai yang sedang disiapkan antara Amerika Serikat dan Iran. 

Dalam unggahannya di media sosial X, Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel adalah negara yang berdaulat dan tidak berkewajiban mengikuti perjanjian yang dibuat oleh Presiden AS Donald Trump.

"Kesepakatan Trump tidak mengikat kita. Israel tidak tunduk kepada Amerika Serikat, dan kita adalah negara yang merdeka dan berdaulat," tulis Ben-Gvir, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.


Menurutnya, kewajiban utama pemerintah Israel adalah melindungi warga Israel, tentara Israel (IDF), dan rakyat Yahudi, bukan mengikuti keputusan yang dibuat negara lain.

Ben-Gvir juga mengingatkan bahwa Israel pernah membayar mahal berbagai kompromi politik di masa lalu. Ia menyebut Oslo Accords dan perjanjian yang mengakhiri perang dengan Lebanon pada 2006 sebagai contoh kebijakan yang, menurutnya, justru meningkatkan ancaman keamanan bagi Israel.

Meski menyampaikan apresiasi kepada Washington, Ben-Gvir menegaskan bahwa dukungan AS tidak berarti Israel harus menerima seluruh isi kesepakatan. 

"Kami mencintai Amerika Serikat dan berterima kasih kepada Presiden Trump. Namun, Negara Israel bukanlah republik pisang," tulisnya. 

Ia juga mengaku telah berulang kali menyampaikan pandangan tersebut kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam berbagai pertemuan penting.

Dalam pernyataannya, Ben-Gvir juga menolak segala bentuk kompromi terkait kelompok bersenjata di Lebanon. Ia menegaskan bahwa Israel tidak boleh berkompromi selain pada pembubaran Hezbollah, tidak boleh menarik diri dari wilayah yang telah direbut, dan tidak boleh membiarkan ribuan pejuang bersenjata kembali berada di dekat perbatasan utara Israel.

Ia bahkan mengusulkan kebijakan balasan yang tegas. "Setiap peluncuran drone, pesawat tanpa awak, atau rudal ke arah Israel dari Lebanon harus dibalas dengan serangan Israel di Dahiya," tulisnya.

Di akhir pernyataannya, Ben-Gvir menegaskan bahwa Israel tidak akan lagi bersikap pasif menghadapi ancaman. "Hari-hari ketika orang Yahudi menerima pukulan dan tetap diam telah berakhir. Tidak akan pernah lagi!" katanya.

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah perkembangan hubungan AS dan Iran yang mengarah pada perdamaian. Sebelumnya, kedua negara dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang selama ini membayangi hubungan mereka. 

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang di Swiss.

Sejumlah poin yang disebut masuk dalam pembahasan mencakup penghentian permusuhan, pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, serta dimulainya kembali negosiasi mengenai program nuklir Iran dan pelonggaran beberapa sanksi ekonomi. 

Namun, rincian resmi perjanjian tersebut baru akan diumumkan setelah penandatanganan dilakukan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya