Berita

Pengamat politik, Adi Prayitno. (Foto: Istimewa)

Politik

Tawaran Menggiurkan Bikin Politisi Mudah Pindah Partai

SELASA, 16 JUNI 2026 | 11:25 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) disebut tengah aktif melakukan pendekatan dan merekrut kader dari berbagai partai politik menjelang Pemilu 2029. 

Tidak hanya menyasar kader PDI Perjuangan (PDIP), langkah serupa juga dikabarkan menyentuh kader dari Partai NasDem, Partai Demokrat, hingga PAN.

Politisi PDIP Deddy Sitorus menilai salah satu sasaran utama PSI adalah PDIP. Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari sejarah kedekatan basis pemilih PDIP dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Informasi teranyar bahkan menyebut Jokowi berpeluang menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. 


Pengamat politik Adi Prayitno menilai fenomena perpindahan kader antarpartai merupakan hal yang lumrah dalam sistem politik Indonesia. Baik kader biasa, pengurus partai, maupun pejabat publik sangat mungkin berpindah kendaraan politik ketika melihat peluang yang lebih menjanjikan.

"Di Indonesia, kader biasa, pengurus partai, bahkan pejabat publik sangat mungkin pindah partai di masa mendatang," ujar Adi lewat kanal Youtube miliknya, Selasa, 16 Juni 2026.

Direktur Parameter Politik Indonesia itu menjelaskan, fenomena tersebut menunjukkan identitas kepartaian atau party identification di Indonesia masih relatif rendah. Akibatnya, loyalitas kader terhadap partai tidak selalu bersifat permanen.

"Ini mengindikasikan bahwa identitas kepartaian di Indonesia cukup rendah. Orang yang hari ini berbaju merah, besok bisa saja berbaju partai lain," jelasnya.

Menurut Adi, selain faktor kedekatan politik, perpindahan kader juga kerap dipengaruhi oleh adanya tawaran politik yang dianggap lebih menguntungkan bagi karier maupun masa depan politik seseorang.

"Kalau ada tawaran yang dianggap jauh lebih menggiurkan, lompatan politik itu sangat mungkin terjadi," pungkasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kemitraan PLN Perkuat KDKMP jadi Penggerak Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 06:16

Pemerintah Serap Masukan Akademisi hingga Peneliti untuk Perkuat Ekonomi Biru

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:53

Tak Hanya Tunjuk Kepala Baru, Pemerintah Diminta Serius Benahi BNPB

Jumat, 16 Oktober 2026 | 05:23

BUK dan Bukti Kegagalan SKK Migas

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:59

Korupsi Dana Bencana Bentuk Pengkhianatan terhadap Amanah Kemanusiaan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 04:29

Wajah Muda Kemiskinan yang Berubah

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:58

Maruli Berjabat Tangan dengan Gibran

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:29

Lokasi Ledakan di Pasar Cimanggis-Ciputat Bukan SPPG

Jumat, 16 Oktober 2026 | 03:00

Selain Bupati Klaten, KPK Juga Tangkap Kepala Perwakilan BPK Jateng Ahmad Luthfi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:45

Perpaduan Kekuatan Laut dan Udara Warnai Demo Pendaratan Amfibi di Pantai Banongan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 02:08

Selengkapnya