Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indra Wijaya. (Foto: Setneg)

Politik

Belum Tentu Keputusan Strategis Prabowo di Tangan Seskab Teddy

SELASA, 16 JUNI 2026 | 00:22 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Banyak pihak keliru membaca konfigurasi kekuasaan di sekitar Presiden Prabowo Subianto. Bahkan sekelas Connie Raharkundini saja salah memahami bagaimana sesungguhnya proses pengambilan keputusan strategis berlangsung di lingkaran Presiden Prabowo.

Demikian pandangan Pengamat Intelijen dan Geopolitik Amir Hamzah dalam keterangannya, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Amir menyebut, perhatian publik yang terlalu terfokus pada sosok Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berpotensi menimbulkan kesimpulan yang tidak utuh mengenai arsitektur kekuasaan yang dibangun Prabowo.


“Jangan mudah menyimpulkan bahwa orang yang paling sering terlihat bersama Presiden adalah orang yang paling menentukan keputusan. Dalam dunia intelijen, justru sering kali yang terlihat bukan pusat keputusan sesungguhnya,” kata Amir.

Menurut Amir, pola kepemimpinan Prabowo memiliki kemiripan konseptual dengan sistem yang diterapkan di Gedung Putih Amerika Serikat. 

Dalam model tersebut terdapat berbagai lapisan akses, pusat koordinasi dan lingkaran pengambilan keputusan yang tidak seluruhnya terlihat oleh publik.

Ia menjelaskan, dalam analisis intelijen dikenal istilah visible gatekeeper dan actual decision circle.

Visible gatekeeper adalah figur yang tampak mengatur akses, jadwal, komunikasi dan protokol kepala negara. Sementara actual decision circle merupakan kelompok kecil yang benar-benar terlibat dalam pembahasan serta pengambilan keputusan strategis.

“Dalam perspektif ini, Teddy bisa dipahami sebagai penjaga gerbang atau gatekeeper yang mengelola arus informasi dan akses menuju presiden. Tetapi belum tentu seluruh keputusan strategis berada di tangannya,” kata Prabowo.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya