Berita

TelkomGroup menanam 2.000 fragmen karang dan 100 media restorasi karang di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat, 5 Juni 2026.(Foto: Dok. Telkom)

Nusantara

TelkomGroup dan Mitratel Tanam 2.000 Fragmen Karang di Kepulauan Seribu

SENIN, 15 JUNI 2026 | 16:02 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) menanam 2.000 fragmen karang dan 100 media restorasi karang di perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Jumat, 5 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan pesisir.

Aksi pelestarian lingkungan tersebut melibatkan lebih dari 30 peserta yang terdiri dari perwakilan TelkomGroup, Mitratel, komunitas lingkungan, pemerintah setempat, dan masyarakat lokal.


Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan pelestarian lingkungan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan dari berbagai pihak.

"Melalui momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia, kami ingin menegaskan bahwa menjaga kelestarian laut merupakan tanggung jawab bersama. Terumbu karang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Karena itu, melalui kolaborasi bersama Mitratel dan berbagai pemangku kepentingan, kami berharap aksi ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus mendorong semakin banyak pihak untuk turut berkontribusi dalam menjaga ekosistem laut Indonesia," ujar Hery.

Selain melakukan transplantasi terumbu karang, peserta juga mengikuti edukasi mengenai kondisi ekosistem laut, manfaat terumbu karang bagi kehidupan pesisir, serta tantangan yang dihadapi kawasan laut Indonesia akibat perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Program ini menjadi bagian dari inisiatif lingkungan BISA Biru yang dijalankan TelkomGroup untuk mendukung pelestarian ekosistem dan memperkuat ketahanan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan.

Melalui restorasi terumbu karang tersebut, TelkomGroup dan Mitratel berharap dapat membantu memulihkan habitat laut, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan dan pariwisata yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

TelkomGroup menilai pelestarian lingkungan hanya dapat berjalan efektif melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, kegiatan restorasi terumbu karang diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut dan mendukung masa depan lingkungan yang lebih lestari.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

UPDATE

Pemerintah Harus Beri Pendampingan Anak Korban Aksi Main Hakim Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 22:15

Polisi Dalami Kematian Sumitro, Diduga Orang Dekat Febrie

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:57

Cerita Manis UMKM dari Sumenep, Dua Dekade Perjuangan dan Berkembang Berkat KUR BRI

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:47

Telkom Gelar Workshop PQC Formulasikan Keamanan Siber Masa Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:44

Ketua Baznas Paparkan Strategi Besar Transformasi Zakat Nasional

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:23

Gempa M 7,1 Lumpuhkan Infrastruktur dan Industri Jepang, Pemadaman Listrik Terjadi

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17

Pelatihan Militer untuk Sipil Perlu Dihentikan

Rabu, 29 Juli 2026 | 21:08

DPR dan Kemendagri Sepakat Penyaluran Bansos Pakai NIK

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:56

Tio Aliansyah Dilarang Tangani Perkara selama 1,5 Bulan Buntut Kasus Helikopter

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:53

Jangan Sampai OAP Hanya jadi Penonton di Tanah Ulayatnya Sendiri

Rabu, 29 Juli 2026 | 20:36

Selengkapnya