Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

PDIP Tidak Takut dengan Cara ‘Rayu Kader’ Ala PSI

SENIN, 15 JUNI 2026 | 19:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketua DPP PDIP, Deddy Yevri Sitorus mengaku mendapat banyak informasi mengenai upaya perekrutan kader partai oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di berbagai daerah.

Menurut Deddy, sejumlah kader PDIP mulai dari anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai disebut menjadi sasaran pendekatan untuk bergabung ke PSI.

"Kami terus mengawasi gerakan mereka yang terus menerus berusaha membujuk kader-kader PDIP untuk masuk PSI di berbagai daerah, baik anggota dewan, kepala daerah, hingga pengurus partai dan kader,” ujar Deddy kepada wartawan di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.


Ia bahkan mengaku mendengar adanya tawaran bantuan material kepada kader yang diajak bergabung. Namun demikian, Deddy menyebut bahwa dirinya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Menurut info yang saya dengar, bahkan rata-rata ditawari bantuan material yang lumayan. Tidak tahu kebenarannya,” ungkapnya.

Kendati begitu, Deddy menegaskan bahwa PDIP tidak merasa khawatir dengan manuver politik tersebut. Menurutnya, fakta menunjukkan PSI tetap gagal menembus parlemen pada Pemilu 2024, meskipun saat itu berada dalam situasi yang lebih menguntungkan.

"Terus terang kami tidak takut. Pemilu kemarin, saat di puncak kekuasaan dengan jaringan pemerintahan dan APH serta anggaran bansos APBN saja, mereka masih gagal masuk parlemen,” tegasnya.

Deddy juga menilai upaya perekrutan kader PSI tersebut tidak hanya menyasar PDIP. Ia menyebut gejala serupa juga terlihat di basis kader partai lain seperti Partai Nasdem, Partai Demokrat, hingga Partai Amanat Nasional (PAN).

"Jadi mereka tidak saja berhadapan dengan PDIP, tetapi juga dengan partai-partai lain yang kadernya dipungut untuk membesarkan PSI secara instan!” pungkasnya.


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya