Berita

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok Kemenkeu)

Bisnis

Purbaya Minta Anggaran Kemenkeu Rp49,8 Triliun Tahun Depan, Ini Rinciannya

SENIN, 15 JUNI 2026 | 12:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun anggaran 2027 sebesar Rp49,8 triliun. 

Bendahara negara itu mengatakan pagu indikatif tersebut akan dialokasikan untuk menjalankan program serta tugas dan fungsi yang tercantum dalam rencana kerja Kemenkeu. 

"Kami mengusulkan pagu indikatif Kementerian Keuangan Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp49,80 triliun," kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin 15 Juni 2026. 


Anggaran ini, kata Purbaya relatif sama dengan pagu 2026 setelah penyesuaian efisiensi anggaran.

"Secara tren, pagu yang diusulkan ini sama dengan pagu tahun anggaran 2026 setelah dikurangi efisiensi. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional terkait efisiensi anggaran dan penajaman belanja," ujarnya.

Menurut dia, pagu tersebut akan digunakan untuk menjalankan tiga fungsi utama Kemenkeu yaitu fungsi pelayanan umum sebesar Rp45,52 triliun, fungsi ekonomi Rp284,71 miliar, dan fungsi pendidikan Rp3,99 triliun.

Anggaran itu selanjutnya dibagi ke dalam lima program utama yang mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) dan berbagai kegiatan strategis pemerintah.

Program pertama adalah kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan ekonomi dengan kebutuhan anggaran Rp36,33 miliar. Dana tersebut digunakan antara lain untuk perumusan strategi fiskal jangka menengah yang berkelanjutan, penguatan daya saing ekspor sektor strategis, pengembangan ekosistem profesi penunjang sektor keuangan, hingga dukungan pendanaan pendidikan dasar melalui 514 Sekolah Rakyat.

Program kedua berupa pengelolaan penerimaan negara dengan alokasi Rp1,62 triliun. Anggaran ini akan mendukung sinergi patroli laut untuk pemberantasan penyelundupan, pembentukan satuan tugas barang ilegal, penyempurnaan proses bisnis ekspor-impor dan logistik, serta promosi ekspor UMKM.

Selanjutnya, program pengelolaan belanja negara mendapat alokasi Rp14,12 miliar. Program ini mencakup peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan daerah, sinkronisasi penganggaran pusat dan daerah, pengembangan potensi pajak daerah, hingga bimbingan teknis bagi BUMDes dan 80 ribu Koperasi Desa Merah Putih.

Program keempat yaitu pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara, dan risiko dengan kebutuhan anggaran Rp194,68 miliar. Dana tersebut akan digunakan antara lain untuk penyusunan kebijakan pengelolaan aset negara, dukungan penjaminan pemerintah di sektor energi terbarukan, cadangan pangan nasional, serta pemberdayaan UMKM guna memperluas inklusi keuangan.

Adapun porsi terbesar dialokasikan untuk program dukungan manajemen yang mencapai Rp47,93 triliun. Anggaran itu antara lain digunakan untuk pendanaan selisih harga biodiesel B50, pengembangan Sistem Indonesia National Single Window (SINSW), pembiayaan usaha mikro melalui skema UMi, serta pengelolaan dan penyaluran beasiswa LPDP.

Purbaya menekankan seluruh kementerian dan lembaga perlu terus mengoptimalkan sumber daya serta anggaran yang telah disepakati agar program prioritas pemerintah tetap berjalan efektif.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya