Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

SENIN, 15 JUNI 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga logam mulia dunia melanjutkan penguatan pada awal pekan setelah Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan damai yang membuka jalan bagi kembali beroperasinya Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi terpenting di dunia.

Emas naik untuk sesi ketiga berturut-turut dan bergerak mendekati level 4.300 Dolar AS per ons. Sementara itu, perak juga mencatat kenaikan signifikan dengan menembus level 70 Dolar AS per ons, memperpanjang reli yang telah berlangsung selama tiga hari perdagangan.

Sentimen positif di pasar logam muncul setelah kabar bahwa kesepakatan tersebut akan mencakup pembukaan kembali akses Selat Hormuz, pelonggaran sanksi terhadap Iran, serta pembongkaran program nuklir Teheran. Perjanjian itu dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni mendatang.


Meredanya ketegangan geopolitik turut menekan harga minyak ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Penurunan harga energi dinilai membantu mengurangi kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi global dan potensi pengetatan kebijakan moneter yang selama ini menjadi tekanan bagi pasar logam mulia.

Pelaku pasar juga menantikan sejumlah keputusan penting bank sentral pekan ini. Federal Reserve AS akan menggelar rapat kebijakan pertamanya di bawah kepemimpinan Ketua baru Kevin Warsh dan diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan. Di saat yang sama, Reserve Bank of Australia diproyeksikan tetap mempertahankan kebijakan moneternya, sedangkan Bank of Japan diperkirakan melanjutkan kenaikan suku bunga untuk memperkuat nilai tukar yen.

Kombinasi meredanya risiko geopolitik, melemahnya harga minyak, dan ekspektasi kebijakan moneter yang relatif stabil menjadi faktor utama yang mendorong minat investor terhadap logam mulia. Akibatnya, emas dan perak kembali menjadi sorotan pasar global sebagai aset yang dinilai mampu menjaga nilai investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya