Berita

Forum Bersama (FORBES) NU 26 menginisiasi Rembug Warga NU Serial 1 bertajuk “PBNU Milik Siapa? Menguji Akuntabilitas dan Tata Kelola Organisasi”. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Rembug Warga NU Bahas Masa Depan Tata Kelola PBNU Jelang Muktamar

MINGGU, 14 JUNI 2026 | 07:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Muktamar NU, Forum Bersama (FORBES) NU 26 menginisiasi Rembug Warga NU Serial 1 bertajuk “PBNU Milik Siapa? Menguji Akuntabilitas dan Tata Kelola Organisasi” yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Arrahmaniyyah, Cipayung, Depok, Senin besok, 15 Juni 2026. 

Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog kritis bagi warga Nahdlatul Ulama untuk membahas berbagai tantangan tata kelola organisasi yang berkembang dalam dinamika PBNU kontemporer menjelang Muktamar Warga Nahdliyin 2026.

Koordinator FORBES NU 26 KH. Abdul Waidl menyampaikan bahwa forum ini tidak dimaksudkan sebagai arena konflik, melainkan sebagai ikhtiar intelektual dan moral untuk mengembalikan NU pada tradisi organisasi yang sehat, demokratis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.


“NU adalah milik seluruh warga nahdliyin. Karena itu, pengelolaan organisasi harus senantiasa berpijak pada prinsip musyawarah, keterbukaan, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap konstitusi organisasi. Forum ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan gagasan dan rekomendasi demi perbaikan bersama,” ujarnya di Depok, Minggu, 14 Juni 2026.

Sebagai organisasi keagamaan dan sosial terbesar di Indonesia, NU memiliki peran strategis dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. 

Karena itu, tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berlandaskan musyawarah menjadi pondasi penting dalam menjaga marwah serta keberlanjutan organisasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai persoalan internal PBNU menjadi perhatian publik dan warga nahdliyin. Mulai dari menguatnya sentralisasi pengambilan keputusan, melemahnya mekanisme musyawarah dan kolegialitas, stagnasi sejumlah lembaga dan badan otonom, hingga munculnya kritik terkait transparansi pengelolaan sumber daya organisasi. 

"Karena itu, kami melihat situasi tersebut memunculkan kebutuhan akan ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi praktik tata kelola organisasi sekaligus merumuskan agenda perbaikannya," tegas Waidl.

Rembug Warga NU menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki perhatian terhadap penguatan tata kelola organisasi dan demokrasi internal NU, yakni Mustasyar PBNU Dr. KH. Muhammad AS Hikam dan Manager Riset & Data Seknas FITRA KH. Badiul Hadi, SE, M.Si. 

Diskusi difokuskan pada tiga isu utama, yaitu sentralisasi kekuasaan dan melemahnya tradisi musyawarah, transparansi kebijakan dan stagnasi kelembagaan, serta akuntabilitas keuangan publik dan mitigasi konflik kepentingan.

Forum yang diikuti pengurus NU, badan otonom, akademisi, aktivis masyarakat sipil, profesional, dan kader muda NU ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis terkait penguatan tata kelola organisasi, perbaikan sistem administrasi dan kelembagaan, peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta revitalisasi fungsi lembaga dan badan otonom.

Hasil-hasil diskusi dan rekomendasi yang dirumuskan dalam Rembug Warga NU akan menjadi bagian dari kontribusi pemikiran warga nahdliyin menjelang pelaksanaan Muktamar NU ke-35 pada Agustus 2026. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya