Berita

Poster bergambar Gibran Rakabuming Raka beredar dengan narasi berbau kampanye. (Foto: warganet)

Politik

Poster "Mas Gibran Presiden" Beredar Usai Demo HI

SABTU, 13 JUNI 2026 | 12:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Konstelasi politik tanah air menghangat dan memicu spekulasi liar. Di tengah eskalasi publik pascaaksi demonstrasi besar-besaran di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta Pusat, beredar sebuah poster digital bernuansa kampanye dini menampilkan sosok Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Poster tersebut menyebar masif melalui pesan singkat berantai (WhatsApp Group) sejak Jumat, 12 Juni 2026 malam sesaat setelah massa aksi membubarkan diri.

Dalam poster berlatar belakang bendera Merah Putih dan siluet gedung pencakar langit itu, tampak foto Gibran mengenakan jas hitam, peci, dan dasi merah lengkap dengan lencana pin presiden di dada.


Narasi di dalam poster pun sangat provokatif, berbunyi: "SAATNYA GIBRAN MEMIMPIN: TOKOH MUDA SOLUSI BANGSA HARI INI", serta jargon mencolok di bagian bawah: "AYO BERSATU MAS GIBRAN –PRESIDEN–. Belum diketahu siapa pembuat dan penyebar pertama poster tersebut.

Menariknya, momentum kemunculan poster kampanye dini tersebut bertepatan dengan pernyataan terbaru dari Tokoh Reformasi sekaligus Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais.

Berbeda dengan narasi poster yang mendesak kepemimpinan baru, Amien Rais justru secara tegas menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga stabilitas politik nasional dengan mempertahankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2029.

"Ritme pergantian kekuasaan per 5 tahun sekali sesuai Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 harus kita pertahankan supaya tidak ada pemerintahan pusat yang diturunkan di tengah jalan," ujar Amien dalam pernyataan resminya melalui kanal YouTube Amien Rais Official.

Mantan Ketua MPR itu juga menilai isu atau wacana pemakzulan (impeachment) di tengah jalan, baik terhadap Presiden Prabowo maupun Wapres Gibran, merupakan hal yang hampir mustahil secara hukum tata negara dan konstelasi parlemen saat ini.

Kendati ia sadar ada kejengkelan publik terhadap Gibran, aturan konstitusi harus tetap dihormati.

"Semarah apa pun kita pada Gibran, dengan konstelasi pimpinan DPR-MPR yang sekarang ini, kiranya melakukan impeachment terhadap Gibran itu juga amat sangat sulit," kata Amien Rais.

Amien mengingatkan agar energi bangsa tidak habis untuk guncangan politik pusat dan meminta Presiden Prabowo diberikan fair chance (kesempatan) untuk merealisasikan programnya.

Namun di sisi lain, munculnya poster Gibran bernada kampanye dini itu memicu kecurigaan mengenai adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja ingin memanaskan situasi pasca-demo demi menggeser fokus kepemimpinan saat ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana Wakil Presiden maupun kelompok relawan Gibran mengenai siapa aktor di balik pembuatan dan penyebaran poster "Mas Gibran Presiden" memanfaatkan momentum tensi politik yang sedang menghangat tersebut.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya