Berita

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menetapkan sekaligus menahan seorang bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agung Karya, Desa Peguyangan Kangin, Kota Denpasar. (Foto: RMOL)

Hukum

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

LAPORAN: DESTARITA RAHMAWATI*
JUMAT, 12 JUNI 2026 | 19:35 WIB

Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menetapkan sekaligus menahan seorang bendahara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agung Karya, Desa Peguyangan Kangin, Kota Denpasar, berinisial WBA, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi yang diduga berlangsung selama lima tahun, yakni sejak 2020 hingga 2025.

Penetapan tersangka dilakukan pada Kamis 11 Juni 2026, setelah Jaksa Penyidik mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang sah berupa keterangan saksi, bukti surat, serta hasil perhitungan kerugian keuangan yang ditemukan dalam pengelolaan BUMDes Agung Karya.

"Kita tetapkan tersangka dan kita langsung lakukan tindakan hukum dengan melakukan penahanan atas nama tersangka WBA," kata Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar, Trimo, Jumat 11 Juni 2026.


Dari hasil penyidikan, kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dalam perkara tersebut mencapai sekitar Rp1.646.973.283,42. 

Kerugian itu berasal dari pengelolaan dana BUMDes yang bersumber dari Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa Peguyangan Kangin.

Penyidik mengungkapkan, selama menjabat sebagai bendahara BUMDes Agung Karya, WBA diduga melakukan berbagai penyimpangan dalam pengelolaan keuangan lembaga tersebut. Salah satu modus yang ditemukan adalah transaksi keuangan fiktif melalui rekening BPD Bali milik BUMDes.

Transaksi-transaksi tersebut disebut tidak dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi maupun secara hukum. Akibatnya, muncul kerugian yang membebani keuangan desa dan keuangan negara.

Selain dugaan transaksi fiktif, penyidik juga menemukan adanya pencairan dana yang dilakukan dengan cara memalsukan tanda tangan pejabat BUMDes.

"Tersangka ini selaku bendahara. Yang pertama, mereka dengan melawan hukum, melakukan perbuatan memalsukan tanda tangan daripada Ketua, Direktur untuk mencairkan uang di bank," jelas Trimo.

Tidak hanya itu, sejumlah pencairan dana yang dilakukan tersangka juga disebut tidak pernah dicatat dalam pembukuan resmi BUMDes.

Penyidik juga menduga sebagian dana yang dicairkan digunakan untuk kepentingan pribadi. Bahkan, dalam pengembangan perkara, ditemukan dugaan penggunaan identitas masyarakat lain untuk mengajukan pinjaman pada BUMDes.

Atas perbuatannya, WBA dijerat dengan Pasal 603 KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP, atau Pasal 604 KUHP juncto Pasal 126 ayat (1) KUHP, atau Pasal 8 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

*Kontributor Bali

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya