Berita

Kunjungan edukatif 30 siswa-siswi SMPN 51 Jakarta di Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. (Foto: Istimewa)

Nusantara

Siswa di Jakarta Diedukasi soal Ketahanan Pangan

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 14:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Siswa diperkenalkan secara langsung proses penyediaan pangan protein hewani yang memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

Hal ini dilakukan Perumda Dharma Jaya saat menerima kunjungan edukatif 30 siswa-siswi SMPN 51 Jakarta, yang mayoritas terdiri dari pengurus OSIS, di Rumah Potong Hewan (RPH) Dharma Jaya, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Didampingi oleh lima orang guru, para siswa diajak menelusuri proses pasok pangan hewani secara menyeluruh, mulai dari pemeliharaan ternak, proses pemotongan, pengolahan, penyimpanan, hingga tahap distribusi produk ke masyarakat.


Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menyatakan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam membangun kesadaran literasi pangan sejak dini.

“Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan serta peran berbagai pihak dalam menjaga kualitas dan ketersediaan pangan bagi masyarakat,” kata Raditya dalam keterangannya, Jumat 12 Juni 2026.

Raditya menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda sangat krusial dalam keberlanjutan sektor pangan ke depan.

“Kami ingin para siswa memahami bahwa di balik setiap produk protein yang dikonsumsi, terdapat rantai proses yang panjang, melibatkan teknologi, dan pengawasan yang ketat," kata Raditya.

Sedangkan Kepala SMPN 51 Jakarta, Erni Setianingrum menilai kunjungan ini sangat bermanfaat karena mampu menjembatani teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik langsung di lapangan.

Menurutnya, program ini juga selaras dengan Program Adiwiyata yang mendorong kepedulian siswa terhadap kesehatan dan keberlanjutan sumber daya pangan.

Selama kegiatan, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai diskusi interaktif mengenai sistem pengawasan mutu dan standar kebersihan industri pangan modern.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya