Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Wall Street Kokoh Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street ditutup menguat tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran pada Kamis, 11 Juni 2206, waktu setempat.

Penguatan terjadi di seluruh indeks utama. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 929,97 poin atau 1,86 persen ke level 50.848,75. Sementara S&P 500 naik 1,75 persen dan berakhir di 7.394,30, dan Nasdaq Composite melesat 2,54 persen menjadi 25.809,66.

Sentimen positif muncul setelah Trump menyampaikan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak akan memiliki senjata nuklir. Ia juga mengatakan dokumen perjanjian sudah hampir final dan diperkirakan akan segera ditandatangani.


"Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan telah disetujui, saya sebagai Presiden Amerika Serikat membatalkan serangan dan pemboman yang dijadwalkan terhadap Iran malam ini," tulis Trump di Truth Social.

Sebelumnya, pasar sempat diliputi ketidakpastian setelah Trump mengancam akan menyerang Iran dan bahkan menyebut kemungkinan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Namun, perubahan sikap Gedung Putih membuat investor kembali memburu aset berisiko, termasuk saham.

Sektor teknologi, khususnya saham-saham semikonduktor, menjadi motor penggerak utama kenaikan bursa. Saham Micron Technology, Advanced Micro Devices (AMD), dan Intel mengalami pemulihan kuat setelah sempat tertekan dalam beberapa sesi terakhir. Dana indeks semikonduktor iShares Semiconductor ETF (SOXX) melonjak lebih dari 8 persen.

Saham Intel menjadi salah satu bintang perdagangan setelah naik sekitar 9 persen. Kenaikan tersebut terjadi setelah Bank of America meningkatkan rekomendasi saham perusahaan itu dari underperform menjadi buy. Pemulihan sektor chip ini membantu mengangkat Nasdaq yang selama beberapa hari sebelumnya berada di bawah tekanan.

Perhatian investor juga tertuju pada penawaran umum perdana (IPO) perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, yang dijadwalkan melantai di bursa pada Jumat. IPO tersebut diperkirakan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan valuasi sekitar 1,8 triliun dolar AS. Antusiasme menjelang IPO SpaceX turut mendorong minat investor terhadap saham-saham teknologi dan perusahaan terkait industri luar angkasa.

Meski demikian, tidak semua saham teknologi menguat. Saham Oracle justru anjlok sekitar 8 persen setelah perusahaan perangkat lunak tersebut mengumumkan rencana penggalangan dana tambahan sebesar 20 miliar dolar AS melalui penerbitan saham dan utang untuk membiayai ekspansi kecerdasan buatan (AI).

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya