Berita

Ketua Umum Relawan Jarnas Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH, MH. (Foto: Dokumentasi Jarnas Prabowo-Gibran)

Politik

Aksi Mahasiswa Kritisi Kenaikan BBM Masukan Berharga Bagi Pembangunan

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 03:57 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gelombang aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah mahasiswa dan kelompok aktivis terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax, mendapat tanggapan dari Ketua Umum Relawan Jarnas Prabowo-Gibran, H. Nasarudin, SH, MH.

Menurut Nasarudin, kritik dan masukan yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Ia mengapresiasi kepedulian para aktivis yang terus mengawasi jalannya pemerintahan serta memberikan masukan terhadap berbagai kebijakan publik.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa, aktivis, dan para pengamat yang telah menyampaikan kritik serta aspirasi terkait kebijakan pemerintah. Masukan seperti ini sangat berharga untuk pembangunan bangsa yang lebih baik," ujar Nasarudin kepada wartawan di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.


Namun demikian, ia menilai bahwa kritik terhadap kenaikan BBM non-subsidi perlu dilihat secara lebih komprehensif. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan mendasar antara BBM subsidi dan BBM non-subsidi agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menilai kebijakan pemerintah.

Ia menjelaskan bahwa Pertamax merupakan BBM non-subsidi yang secara umum digunakan oleh kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik. Karena itu, kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak dapat disamakan dengan kebijakan terhadap BBM subsidi yang menyangkut kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.

"Negara tidak ingin beban subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil justru ikut dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu. Pemerintah harus memastikan bahwa anggaran negara benar-benar difokuskan untuk melindungi masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Lanjut dia, langkah pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan fiskal negara sekaligus mempertahankan program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.

Ia menegaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen membela kepentingan rakyat kecil melalui berbagai skema subsidi dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Pemerintah tetap fokus melindungi rakyat miskin. Subsidi harus tetap tersedia bagi masyarakat yang memang berhak menerimanya sehingga mereka dapat bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi saat ini," imbuh dia.

Lebih lanjut, Nasarudin menilai bahwa tuntutan yang menolak kenaikan BBM non-subsidi perlu dikaji secara lebih mendalam. Sebab, apabila harga BBM non-subsidi terus ditahan, maka negara berpotensi menanggung beban yang lebih besar untuk kelompok masyarakat yang sebenarnya mampu membayar harga sesuai mekanisme pasar.

"Dalam perspektif keadilan sosial, subsidi harus diarahkan kepada mereka yang membutuhkan. Negara tidak boleh mengorbankan kepentingan rakyat miskin demi mempertahankan kenyamanan kelompok yang secara ekonomi mampu," tegasnya.

Nasarudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai berpihak pada perlindungan masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan bahwa tantangan ekonomi global saat ini tidak dapat dilepaskan dari situasi geopolitik dunia yang memengaruhi rantai pasok energi dan harga minyak internasional.

"Kondisi geopolitik global yang tidak menentu telah memberikan tekanan terhadap harga energi dunia. Dalam situasi seperti ini, pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang bijak agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga dan rakyat kecil tetap terlindungi," bebernya.

Karena itu, Nasarudin menilai kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merupakan langkah yang tepat dan rasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global saat ini.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat kebijakan tersebut secara objektif dan tidak semata-mata dari sisi kenaikan harga, melainkan dari tujuan besar pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan anggaran negara dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

"Yang harus menjadi prioritas kita bersama adalah memastikan rakyat kecil tetap terlindungi. Mari kita perkuat dukungan terhadap kebijakan yang berpihak kepada masyarakat miskin dan menjaga ketahanan ekonomi bangsa," tutup Nasarudin.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya