Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Dunia

Netanyahu Sebut Erdogan Diktator Anti-Semit yang Tak Berhak Menggurui Israel

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 11:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melontarkan kritik keras terhadap Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyusul tudingan bahwa operasi militer Tel Aviv di Suriah dan Lebanon telah berkembang menjadi ancaman bagi Turki.

Melalui unggahan di platform X, Netanyahu menyebut Erdogan sebagai "diktator anti-Semit" yang tidak memiliki hak untuk mengajarkan moralitas kepada Israel.

"Diktator anti-Semit Erdogan, yang melakukan genosida terhadap Kurdi, mendukung organisasi teroris Hamas, menindas rakyatnya sendiri, dan memenjarakan lawan politik, adalah orang terakhir yang dapat mengajarkan moralitas kepada Negara Israel," tulis Netanyahu, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.


Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus melanjutkan operasi militernya terhadap Iran dan kelompok-kelompok sekutunya di kawasan.

"Negara Israel dan IDF, tentara paling bermoral di dunia, akan terus bertindak dengan tegas terhadap Iran dan proksi-proksinya yang mengancam Timur Tengah dan seluruh dunia," lanjutnya.

Pernyataan keras Netanyahu muncul setelah Erdogan menuduh Israel terus memperluas agresinya di kawasan. Dalam pidatonya di hadapan anggota parlemen dari Partai AK yang berkuasa, Erdogan mengatakan serangan Israel di Lebanon dan Suriah telah mencapai tingkat yang juga mengancam keamanan Turki.

"Serangan yang dilakukan Netanyahu dan jaringan pembunuhannya terhadap Lebanon dan Suriah telah membawa situasi ke titik di mana hal itu juga mengancam Turki," kata Erdogan.

Presiden Turki itu juga menuduh Israel berupaya mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah dan Mediterania Timur. Menurutnya, komunitas internasional terlalu diam sehingga Israel semakin berani melakukan tindakan militer.

Erdogan mendesak negara-negara dunia mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Israel dan menilai negara tersebut harus kembali tunduk pada hukum internasional.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memilih meredam ketegangan. Saat ditanya mengenai pernyataan Erdogan dan potensi konflik antara Israel dan Turki, Trump justru memuji hubungan pribadinya dengan pemimpin Turki tersebut.

"Dia teman baik saya. Kami bekerja sama dengan sangat baik dan saya sangat menyukainya," kata Trump.

Trump mengaku belum mendengar komentar terbaru Erdogan mengenai Israel. Namun ia mengatakan jika diperlukan, dirinya akan menghubungi Erdogan dan memastikan tidak terjadi eskalasi lebih lanjut antara Turki dan Israel.

Hubungan Israel dan Turki yang dulu pernah menjadi salah satu yang terdekat di kawasan Timur Tengah terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir. 

Ketegangan semakin meningkat sejak pecahnya perang yang dipicu serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. Sejak itu, Erdogan menjadi salah satu pemimpin dunia yang paling vokal mengkritik Israel, sementara pemerintah Israel berulang kali mengecam pernyataan dan kebijakan Ankara.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya