Berita

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 01:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lemahnya tata kelola dinilai menjadi akar persoalan yang membelit Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Karena itu, pimpinan baru BGN diminta segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama pada aspek regulasi dan pengawasan.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menegaskan persoalan yang muncul selama ini tidak boleh dijadikan alasan untuk mendiskreditkan program MBG. Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah tata kelola lembaganya.


"Kita terbuka mengakui bahwa ada masalah pada aspek tata kelola. Tapi tata kelola, jangan kemudian program baik ini dihancurkan, dianggap tidak bagus. Kalau pada tata kelolanya, ayo kita sama-sama benahi," kata Tamsil di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurut Tamsil, salah satu kelemahan yang perlu segera diperbaiki adalah belum kuatnya payung aturan dalam pelaksanaan program. Ia menilai berbagai tindakan korektif yang selama ini dilakukan BGN perlu didukung regulasi yang jelas agar memiliki kepastian hukum.

"Misalnya hanya karena melihat ini kotor, disuspend. Tapi ini tidak cukup. Untuk selanjutnya buatkan aturannya secara jelas. Ada dendanya, ada apanya, dibuat seperti itu," ujarnya.

Ia menilai BGN perlu segera menyusun berbagai peraturan internal yang mengatur standar operasional, mekanisme pengawasan, hingga sanksi bagi pelaksana yang melakukan pelanggaran.

"Yang melakukan penyimpangan, penyimpangannya seperti apa, dibuat aturannya sekarang," tegasnya.

Selain memperkuat regulasi, Tamsil juga mendorong BGN memperluas pelatihan dan pendampingan bagi pelaksana program di lapangan agar kualitas tata kelola dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.

Menurutnya, pembenahan tata kelola menjadi kunci agar program MBG dapat terus berjalan tanpa dibayangi persoalan yang berulang.

"Sumber-sumber pendanaan yang tidak menggantungkan kepada APBN itu yang harus kita gali," pungkasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya