Berita

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

KAMIS, 11 JUNI 2026 | 00:30 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai perlu dibenahi dari sisi tata kelola. Namun, penataan ulang tersebut sebaiknya tidak dilakukan dengan menghentikan secara mendadak dapur-dapur yang sudah beroperasi.

Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mengatakan langkah pembenahan yang dilakukan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru merupakan hal positif. Meski demikian, perbaikan tata kelola perlu dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.

"Gebrakan Kepala BGN yang baru bagus, tetapi harus disertai tata kelola yang memadai. Salah satunya terkait banyaknya dapur yang di-suspend," kata Tamsil di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2026.


Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kategorisasi terhadap dapur MBG yang bermasalah, sehingga pembenahan dapat dilakukan tanpa mengganggu fasilitas yang telah berjalan.

"Mestinya dibuat kategorisasi. Kalau yang sudah berjalan tiba-tiba diputus, itu menjadi masalah baru lagi. Bagaimana pula dengan yang bangunannya sudah jadi?" tegasnya.

Tamsil mengaku menerima berbagai laporan terkait pelaksanaan MBG di lapangan, termasuk dugaan adanya praktik titipan dalam pengelolaan dapur. Karena itu, ia mendukung langkah penataan ulang program agar pelaksanaannya lebih tertib dan akuntabel.

Meski begitu, ia menilai berbagai persoalan tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan program MBG gagal.

"Semua masalah MBG yang saya lihat ada pada pelaksanaannya di lapangan, bukan karena programnya jelek," ungkap dia.

Ia menambahkan, kritik terhadap pelaksanaan MBG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya perbaikan program. Menurutnya, MBG memiliki dampak ekonomi yang cukup luas, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja.

"Kalau ada masalah, ya harus diperbaiki karena memang faktanya ada masalah," pungkasnya.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya