Berita

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Sekretariat Presiden RI)

Politik

Bahlil Boleh Maju Pilpres Asal Izin Prabowo

RABU, 10 JUNI 2026 | 13:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia maju pada Pilpres 2029 dinilai tetap terbuka, meskipun saat ini berada dalam barisan partai pendukung Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat politik Hendri Satrio menilai dalam politik Indonesia tidak ada yang mustahil, termasuk kemungkinan Bahlil tampil sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden pada kontestasi mendatang.

“Segala sesuatu di politik Indonesia itu mungkin. Termasuk Bahlil yang maju pilpres. Jadi wakil Gibran atau jadi capres enggak masalah,” kata Hendri Satrio, Rabu, 10 Juni 2026.


Namun demikian, pria yang akrab disapa Hensa itu menilai langkah politik Bahlil tidak bisa dilepaskan dari posisi Prabowo sebagai pemegang kekuasaan sekaligus figur sentral dalam koalisi pemerintahan saat ini.

Menurutnya, apabila Bahlil memiliki ambisi maju dalam Pilpres 2029, maka komunikasi politik dengan Prabowo menjadi hal yang sangat penting.

“Yang penting dia izin dulu ke Prabowo,” ujarnya.

Hensa menjelaskan, karakter politik Partai Golkar selama ini cenderung dekat dengan kekuasaan. Karena itu, langkah yang dianggap berseberangan dengan penguasa berpotensi menimbulkan dinamika internal yang tidak sederhana.

“Kenapa perlu izin ke Prabowo? Karena user Golkar itu kan penguasa,” katanya.

Ia bahkan memperkirakan posisi Bahlil sebagai ketua umum bisa terancam apabila dianggap bergerak terlalu dini untuk menantang Prabowo pada Pilpres 2029 tanpa restu politik yang memadai.

“Kalau Bahlil ketahuan mau maju melawan Prabowo, jauh-jauh hari sebelum munas atau pemilu dilakukan, bisa-bisa munas luar biasa duluan di Golkar. Ganti Bahlil,” tegasnya.

Menurut Hensa, realitas politik tersebut menunjukkan bahwa arah dukungan Golkar pada Pilpres 2029 masih sangat dipengaruhi konstelasi kekuasaan yang berkembang menjelang kontestasi. Karena itu, setiap manuver politik elite partai akan sangat bergantung pada hubungan mereka dengan Presiden Prabowo sebagai figur dominan dalam koalisi pemerintahan.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya