Berita

Anggota DEN Chatib Basri (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Bisnis

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

SELASA, 09 JUNI 2026 | 20:45 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengingatkan adanya potensi kenaikan harga-harga di dalam negeri sebagai imbas pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

"Satu isu penting yang harus diperhatikan itu adalah kemungkinan mengenai risiko kenaikan harga-harga yang bisa terjadi akibat dari kelemahan rupiah," ungkap Anggota DEN, Chatib Basri usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Lebih lanjut, Chatib menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan pelaku ekonomi melalui kebijakan efisiensi anggaran serta optimalisasi program prioritas pemerintah.


"Termasuk juga untuk menumbuhkan masalah confidence, masalah trust kepada pemerintah. Salah satunya adalah langkah-langkah yang dilakukan di dalam efisiensi anggaran, termasuk salah satu di antaranya di dalam kaitan dengan MBG," ujarnya.

Sementara itu, anggota DEN Firman Hidayat menilai fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi kuat. 

Dia menyebut sejumlah indikator makro menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang lebih baik dibandingkan periode krisis sebelumnya.

"Selain dari indikator-indikator makro seperti pertumbuhan yang masih tinggi, inflasi yang masih stabil, salah satu yang kami highlight adalah neraca korporasi yang dalam posisi yang sangat sehat," ujar Firman.

Meski demikian, DEN tetap mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk dampak konflik internasional yang berkepanjangan serta tekanan nilai tukar rupiah.

"Memang kita perlu waspada terhadap ketidakpastian ekonomi global. Dampak perang ini sepertinya lebih tinggi, lebih lama dari perkiraan kita. Kemudian ada faktor pelemahan rupiah," tuturnya.

Selain menjaga stabilitas makro, DEN juga mendorong penguatan sektor eksternal melalui peningkatan remitansi pekerja migran terampil serta optimalisasi kunjungan wisatawan mancanegara guna memperkuat cadangan devisa.

"Kalau kita bisa meningkatkan wisman lebih tinggi dalam waktu ke depan ini, ini tentu akan bisa membantu meningkatkan devisa kita," tutur Firman.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya