Berita

Ilustrasi Profil Chatib Basri (Sumber Instagram Chatib Basri)

Nusantara

Profil Chatib Basri, Ekonom Senior yang Diisukan Gantikan Menkeu Purbaya Sadewa

SELASA, 09 JUNI 2026 | 18:55 WIB | OLEH: TIFANI

Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (9/6/2026). Chatib datang bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menemui Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya nama Muhamad Chatib Basri menjadi sorotan usai disebut-sebut akan menggantikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Sadewa. Ia dikenal sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia dengan pengalaman panjang di bidang akademik, pemerintahan, dan lembaga internasional.

Profil Chatib Basri


Lahir di Jakarta pada 22 Agustus 1965, Chatib Basri menempuh pendidikan ekonomi di Universitas Indonesia. Ia melanjutkan studi magister dan doktoral di Australian National University. 

Chatib kemudian berkarier sebagai akademisi dan peneliti dengan fokus pada perdagangan internasional, makroekonomi, serta ekonomi politik. Sebelum masuk kabinet, Chatib Basri aktif sebagai penasihat ekonomi pemerintah. 

Ia pernah menjadi Deputi Menteri Keuangan untuk forum G20, Sherpa Presiden Indonesia dalam sejumlah pertemuan G20, serta Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional. Pengalaman tersebut membuatnya dikenal luas sebagai teknokrat yang berperan dalam perumusan kebijakan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Kariernya di pemerintahan mencapai puncak ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012. Setahun kemudian, ia dipercaya menjabat Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowardojo.

Pelantikannya berlangsung pada 21 Mei 2013 di Istana Negara. Selama menjabat Menteri Keuangan periode 2013–2014, Chatib Basri menghadapi tekanan ekonomi global akibat gejolak pasar keuangan yang dipicu kebijakan moneter Amerika Serikat atau yang dikenal sebagai "taper tantrum".

Dia dinilai berhasil menjaga kredibilitas fiskal Indonesia dan mempertahankan kepercayaan investor di tengah arus keluar modal dari negara berkembang. Setelah tidak lagi berada di kabinet, Chatib Basri tetap aktif di tingkat internasional. 

Ia pernah menjadi Senior Fellow di Harvard Kennedy School, Visiting Scholar di Harvard Center for International Development, serta profesor tamu di berbagai universitas dunia. Selain itu, ia menjadi anggota sejumlah dewan penasihat internasional, termasuk Dewan Penasihat Gender dan Pembangunan World Bank.

Saat ini, Chatib Basri juga aktif mengajar di Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. Ia juga terlibat dalam berbagai forum ekonomi global, termasuk sebagai Co-Chair Pandemic Fund yang didukung World Bank dan WHO.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya