Berita

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Temui Prabowo di Istana, Luhut Sebut Fundamental Ekonomi RI Masih Oke

SELASA, 09 JUNI 2026 | 16:57 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 Juni 2026.

Pertemuan itu berlangsung di tengah perhatian publik terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen.

Setibanya di halaman Istana, Luhut menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Presiden merupakan bagian dari pelaporan rutin terkait perkembangan ekonomi dan berbagai isu strategis yang menjadi perhatian pemerintah. 


“Ya, kita, kita melaporkan apa aja tiap Dewan Ekonomi tiap bulan atau tiap 5 minggu gitu,” ujar Luhut kepada wartawan.

Saat ditanya apakah kenaikan BI-Rate akan menjadi salah satu materi yang dibahas dengan Presiden, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu memberikan respons singkat. 

“Kan bagus, ngerem anu,” kata dia.

Luhut juga menepis anggapan bahwa keputusan BI menaikkan suku bunga secara mengejutkan merupakan sinyal memburuknya kondisi ekonomi nasional. 

Menurutnya, fondasi perekonomian Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat meski menghadapi tekanan eksternal.

“Nggak. Bagus-bagus kok, ekonomi kita, fundamental masih oke, tapi memang kita perlu ada perhatian di beberapa titik karena perang Teluk ini juga masih perang apa, perang Hormuz ini masih berkelanjutan,” jelasnya.

Hari ini, BI memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. 

Langkah tersebut merupakan kenaikan kedua dalam kurun waktu kurang dari satu bulan setelah bank sentral lebih dahulu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada 20 Mei 2026.

BI menjelaskan kebijakan itu ditempuh untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah yang berada di bawah tekanan akibat tingginya ketidakpastian global, khususnya terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. 

Selain menjaga stabilitas rupiah, kenaikan suku bunga juga diarahkan untuk memastikan inflasi tetap terkendali serta meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik di mata investor asing.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya