Berita

Ilustrasi

Politik

Karena Harga Kebutuhan Pokok, Publik jadi Tidak Puas pada Presiden Prabowo

SELASA, 09 JUNI 2026 | 16:55 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Angka kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto masih dominan di atas angka 50%.

Dalam survei terbaru Indopol Survey, akumulasi tingkat kepuasan publik pada Presiden Prabowo tercatat 59,75%.

"Rinciannya 55,2% mengaku puas, dan 4,55% sangat puas," ujar Direktur Eksekutif Indopol Survei & Consulting Ratno Sulistiyanto dalam rilis survei terbaru di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa 9 Juni 2026.


Sementara, kata Ratno, ketidakpuasan publik menyentuh 40.25%, gabungan tidak puas 33,66% dan sangat tidak puas 6,59%.

Dipaparkan Ratno, tiga alasan utama ketidakpuasan publik adalah tingginya harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini.

"Masalah tingginya harga kebutuhan pokok (beras, minyak, BBM) yang belum terkendali menjadi keluhan tertinggi sebesar 34,14%," ujarnya.

Dua masalah lainnya, kata dia, adalah terbatasnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran muda sebesar 15,76%. Alasan berikutnya mencakup kebijakan ekonomi yang dianggap lebih berpihak pada pengusaha besar 6,46%.

Survei dilaksanakan 26 Mei–1 Juni 2026 terhadap 1.230 responden di 38 provinsi, menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error ±2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya