Berita

Personel Grup Maharya. (Foto: Istimewa)

Hiburan

Legenda Rock Indonesia Bersatu dalam Manifesto Kebangsaan

SELASA, 09 JUNI 2026 | 14:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Publik musik Indonesia menyaksikan peluncuran proyek yang mempertemukan akademisi, pemikir, dan musisi rock dalam satu panggung. Acara tersebut berlangsung di kawasan Kota Baru Parahyangan, Bandung, Jawa Barat.

Sejumlah musisi rock lintas generasi berkolaborasi dalam Grup Maharya baru saja meluncurkan album "Citrayuda".

Proyek musik tersebut mengusung tema kebangsaan, budaya, dan identitas Indonesia melalui pendekatan musik rock yang dipadukan dengan gagasan sejarah serta nilai-nilai nasionalisme.


Melalui album perdananya, kelompok ini berupaya menerjemahkan berbagai pemikiran tentang kebangsaan ke dalam karya musik yang ditujukan bagi generasi masa kini.

Album "Citrayuda" juga melibatkan sejumlah nama yang telah lama dikenal di industri musik rock Indonesia. 

Formasi tersebut diperkuat oleh Satrio Angga sebagai penggagas proyek, gitaris Iram U'Camp dan Martin, bassist Trisnoize, serta drummer Obot yang dikenal sebagai personel Zivilia.

"Maharya dibangun sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai latar belakang profesi untuk menghadirkan karya bertema patriotisme dan identitas nasional," ujar Satrio Angga dalam keterangan tertulis, Selasa 9 Juni 2026.

Dirintis sejak 2018, kolektif tersebut berkembang menjadi wadah yang menghubungkan akademisi, seniman, dan musisi dalam proses kreatif yang mengangkat isu budaya dan kebangsaan.

Dalam peluncuran album, para musisi membawakan sejumlah lagu yang mengangkat tokoh dan tema sejarah Indonesia, di antaranya "Sang Proklamator", "Kartini", "Sultan Konoha", dan "Bima Ibu Pertiwi".

Lagu-lagu tersebut dikemas dalam aransemen rock dengan lirik yang menyoroti perjuangan, persatuan, dan refleksi terhadap identitas bangsa di tengah perkembangan zaman.

Kata Angga, Maharya berharap dapat menghadirkan perspektif baru mengenai nilai-nilai kebangsaan melalui medium musik sekaligus memperluas ruang dialog antara seni, budaya, dan masyarakat.

"Peluncuran album ini menjadi langkah awal Maharya untuk memperkenalkan karya serta memperkuat pesan tentang pentingnya menjaga identitas dan semangat kebangsaan melalui karya kreatif," demikian Angga.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya