Berita

Peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 berlangsung di Peninsula Island, Bali. (Foto: Istimewa)

Politik

90 Persen Sampah Laut berasal dari Darat, KKP Gandeng WWF Perangi Pencemaran

LAPORAN: VAYANTRI DIVIANTA*
SELASA, 09 JUNI 2026 | 10:39 WIB

Langkah konkret Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama WWF dan beberapa mitra dalam upaya memperkuat pengelolaan penanganan sampah laut,juga merambah perlindungan ekosistem pesisir, dan juga pengelolaan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan.

CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunada menyebut kesehatan ekosistem laut adalah pondasi ketahanan pangan, ekonomi serta iklim Indonesia. 

“Masa depan Indonesia tergantung dengan ekosistem lautnya,” kata Aditya di Peninsula Island, Bali, Senin 8 Juni 2026.


Menurut Aditya 70 persen spesies karang dunia terdapat di kawasan segitiga karang (coral triangle) termasuk Indonesia. Namun, kawasan itu menghadapi ancaman serius akibat pencemaran khususnya sampah plastik.

“Sampah laut yang ditemukan 90 persennya berasal dari daratan. Jadi yang kita lakukan di darat sangat berdampak pada kondisi laut di masa depan,” ujar dia.

Ironisnya, Aditya menjelaskan terkait keresahan adanya alat tangkap ikan yang ditinggalkan (abandoned fishing gear) menjadi perhatian. 

Nantinya, menurut dia, limbah dari alat tangkap yang tertinggal di laut dinilai dapat mengancam terumbu karang, mamalia laut, seperti lumba-lumba hingga biota laut lainnya.

Kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara menjelaskan upaya konservasi laut tidak hanya dilakukan melalui pembangunan kawasan konservasi atau perlindungan spesies laut, tetapi juga melalui tata kelola lingkungan berbasis masyarakat di daratan.

“Selain menggandeng nelayan dan swasta dalam mengumpulkan sampah yang sudah terlanjur masuk ke laut. Ada dukungan datang dari ranah internasional, termasuk bantuan teknologi pemantauan dan penanganan sampah laut yang ditempatkan di Sulawesi,” kata Koswara.

Menurut Koswara banyak dari pihak swasta bekerjasama dengan para pengelola pulau yang punya tempat pariwisata.

“Lokasinya banyak, yang sudah itu di Riau di Kepulauan Riau. Tepatnya di Anambas Pulau bawah, itu bagus,” pungkasnya.

*Kontributor Bali

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya