Berita

Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur, Yusfan Firdaus. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

BADKO HMI Jatim:

BI Paling Bertanggung Jawab atas Pelemahan Rupiah

SENIN, 08 JUNI 2026 | 14:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pelemahan nilai tukar rupiah dinilai tidak bisa terus-menerus dikaitkan dengan faktor eksternal semata. 

Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter diminta lebih terbuka menjelaskan langkah-langkah yang ditempuh untuk menjaga stabilitas mata uang nasional.

Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jawa Timur, Yusfan Firdaus, menilai publik perlu memahami pembagian kewenangan dalam pengelolaan ekonomi. Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah merupakan tanggung jawab BI sebagai lembaga yang memiliki mandat menjaga nilai mata uang nasional.


"Persoalan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan ranah yang menjadi tanggung jawab Bank Indonesia sebagai otoritas moneter," kata Yusfan dalam keterangan tertulis, dikutip Senin 8 Juni 2026. 

Ia menilai BI tidak dapat terus menjadikan kondisi global sebagai alasan utama pelemahan rupiah. Sebagai lembaga independen, BI tetap harus mempertanggungjawabkan kebijakan yang diambil kepada publik.

"Independensi tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa evaluasi dan tanpa pertanggungjawaban kepada rakyat," kata Yusfan.

Yusfan juga meminta BI menjelaskan secara terbuka arah kebijakan moneter yang ditempuh agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat dan pelaku usaha.

Menurutnya, transparansi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap upaya stabilisasi ekonomi nasional.

Sebagai tindak lanjut, BADKO HMI Jawa Timur berencana menggelar Konsolidasi Mahasiswa Jawa Timur guna membahas kondisi ekonomi nasional dan merumuskan langkah advokasi terhadap kebijakan moneter yang dinilai perlu dievaluasi.

"Kami akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan Bank Indonesia serta meminta pertanggungjawaban yang jelas atas upaya menjaga stabilitas nilai rupiah," pungkas Yusfan.

Sebagai catatan, nilai tukar (kurs) rupiah kembali terpuruk dalam pembukaan perdagangan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan di hari Senin 8 Juni 2026. 

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.05 WIB di pasar spot exchange, menunjukkan nilai tukar rupiah hari ini dibuka melemah 79,50 poin (0,44%) ke level Rp18.115 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS terlihat perkasa 0,02% ke level 100.091.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat, 5 Juni 2026 ditutup menguat 13 poin setelah sebelumnya sempat melemah 17 poin di level Rp18.036.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya