Berita

Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memindahkan 134 warga binaan high risk ke lapas- lapas di Nusakambangan, Jawa Tengah pada Senin dini hari, 8 Juni 2026 (Foto: Humas Kemenimipas)

Hukum

134 Warga Binaan High Risk Dipindahkan ke Nusakambangan

SENIN, 08 JUNI 2026 | 11:36 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan kembali memindahkan 134 warga binaan kategori high risk ke sejumlah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Nusakambangan, Jawa Tengah, pada Senin dini hari 8 Juni 2026.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, mengatakan pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan sekaligus pembinaan yang sesuai dengan tujuan sistem pemasyarakatan.

"Pemindahan ini dilakukan untuk mewujudkan warga binaan yang mandiri, menyadari kesalahannya, dan siap kembali ke masyarakat pada waktunya," kata Mashudi dalam keterangan resmi.


Sebanyak 134 warga binaan yang dipindahkan berasal dari empat wilayah, yakni Riau sebanyak 36 orang, Sumatera Utara 33 orang, Jambi 32 orang, dan Lampung 33 orang.

Menurut Mashudi, seluruh warga binaan tiba di Nusakambangan sekitar pukul 00.30 WIB. Proses pemindahan dan penerimaan berjalan lancar serta dilaksanakan sesuai prosedur operasional standar (SOP).

"Mereka tiba di Nusakambangan sekitar pukul 00.30 dini hari. Alhamdulillah proses pemindahan berjalan lancar dan seluruh tahapan dilaksanakan sesuai SOP," ujarnya.

Selanjutnya, para warga binaan akan ditempatkan di lima lapas yang berada di kawasan Nusakambangan, yakni Lapas Kelas IIA Karanganyar, Lapas Kelas IIA Besi, Lapas Kelas IIA Gladakan, Lapas Kelas IIA Narkotika, dan Lapas Kelas IIA Ngaseman.

Operasi pemindahan dipimpin oleh Direktur Pengamanan Internal beserta tim, dengan dukungan petugas kantor wilayah, Brimob, Sabhara, Polresta, dan Polda.

Mashudi menambahkan, selama kepemimpinan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, total warga binaan kategori high risk yang telah dipindahkan ke Nusakambangan mencapai 2.834 orang.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya